Berbagai Istilah Kedokteran yang harus di ketahui demi memajukan dunia kesehatan di tanah air kita
Wikipedia
Hasil penelusuran
Senin, 24 Februari 2014
Stok Anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang cukup serius. Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari makanan, obat obatan, bahan bahan kimia dan gigitan serangga. Disebut serius karena kondisi ini dapat menyebabkan kematian dan memerlukan tindakan medis segera.
Berikut tanda dan gejala syok anafilaktik yang harus diketahui :
Bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan rasa gatal.
Bengkak pada tenggorokan dan atau organ tubuh yang lain.
Sesak atau kesulitan untuk bernafas.
Rasa tidak nyaman pada dada (seperti diikat dengan kencang).
Suara serak.
Kehilangan kesadaran.
Kesulitan menelan.
Diare, sakit perut dan muntah muntah.
Kulit menjadi merah atau pucat.
Anafilaksis
Anafilaksis
Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Anafilaksis biasanya ditunjukkan oleh beberapa gejala termasuk di antaranya ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dan tekanan darah rendah. Reaksi ini umumnya disebabkan oleh gigitan serangga, makanan, dan obat.
Anafilaksis terjadi karena adanya pelepasan protein dari jenis sel darah putih tertentu. Protein ini merupakan senyawa yang dapat memicu reaksi alergi atau menyebabkan reaksi lebih berat. Pelepasan protein ini dapat disebabkan oleh reaksi sistem imun ataupun oleh sebab lain yang tidak berkaitan dengan sistem imun. Anafilaksis didiagnosis berdasarkan gejala dan tanda pada seseorang. Tata laksana awal adalah suntikan epinefrin yang kadang dikombinasikan dengan obat lain.
Di seluruh dunia sekitar 0,05–2% orang mengalami anafilaksis pada suatu saat dalam kehidupannya. Angka ini tampaknya terus meningkat. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani ἀνά ana, lawan, and φύλαξις phylaxis, pertahanan.
Gejala dan tanda
Gejala dan tanda anafilaksis.
Anafilaksis biasanya memberikan berbagai gejala yang berbeda dalam hitungan menit atau jam.Gejala akan muncul rata-rata dalam waktu 5 sampai 30 menit bila penyebabnya suatu zat yang masuk ke dalam aliran darah secara langsung (intravena). Rata-rata 2 jam jika penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi orang tersebut. Daerah yang umumnya terkena efek adalah: kulit (80–90%), paru-paru dan saluran napas (70%), saluran cerna (30–45%), jantung dan pembuluh darah (10–45%), dan sistem saraf pusat (10–15%).Biasanya dua sistem atau lebih ikut terlibat.
Kulit
Kaligata dan kemerahan pada punggung seorang yang terkena anafilaksis
Gejala khas termasuk adanya tonjolan di kulit (kaligata), gatal-gatal, wajah dan kulit kemerahan (flushing), atau bibir yang membengkak. Bila mengalami pembengkakan di bawah kulit (angioedema), mereka tidak merasa gatal tetapi kulitnya terasa seperti terbakar. Pembengkakan lidah atau tenggorokan dapat terjadi pada hampir 20% kasus.Gejala lain adalah hidung berair dan pembengkakan membran mukosa pada mata dan kelopak mata (konjungtiva).Kulit mungkin juga kebiruan (sianosis) akibat kekurangan oksigen.
Saluran napas
Gejala saluran napas termasuk napas pendek, sulit bernapas dengan napas berbunyi bernada tinggi (mengi), atau bernapas dengan napas berbunyi bernada rendah (stridor). Mengi biasanya disebabkan oleh spasme pada otot saluran napas bawah (otot bronkus). Stridor disebabkan oleh pembengkakan di bagian atas, yang menyempitkan saluran napas. Suara serak, nyeri saat menelan, atau batuk juga dapat terjadi.
Jantung
Pembuluh darah jantung dapat berkontraksi secara tiba-tiba (spasme arteri koroner) karena adanya pelepasan histamin oleh sel tertentu di jantung.Keadaan ini mengganggu aliran darah ke jantung, dan dapat menyebabkan kematian sel jantung (infark miokardium), atau jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat (distrimia jantung), atau bahkan jantung dapat berhenti berdetak sama sekali (henti jantung). Seseorang dengan riwayat penyakit jantung sebelumnya memiliki risiko lebih besar mengalami efek anafilaksis terhadap jantungnya.Meskipun lebih sering terjadi detak jantung cepat akibat tekanan darah rendah,10% orang yang mengalami anafilaksis dapat memiliki detak jantung yang lambat (bradikardia) akibat tekanan darah rendah. (Kombinasi antara detak jantung lambat dan tekanan darah rendah dikenal sebagai refleks Bezold–Jarisch).Penderita dapat merasakan pening atau bahkan kehilangan kesadaran karena turunnya tekanan darah. Turunnya tekanan darah ini dapat disebabkan oleh melebarnya pembuluh darah (syok distributif) atau karena kegagalan ventrikel jantung (syok kardiogenik).Pada kasus yang jarang, tekanan darah yang sangat rendah dapat merupakan satu-satunya tanda anafilaksis.
Lain-lain
Gejala pada perut dan usus dapat berupa nyeri kejang abdomen, diare, dan muntah-muntah.Penderita mungkin mengalami kebingungan (confusion), tidak dapat mengontrol berkemih, dan dapat juga merasa nyeri di panggul yang terasa seperti mengalami kontraksi rahim.Melebarnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan sakit kepala.Penderita dapat juga cemas atau merasa seperti akan mati.
Penyebab Anafilaksis dapat disebabkan oleh respons tubuh terhadap hampir semua senyawa asing. Pemicu yang sering antara lain bisa dari gigitan atau sengatan serangga, makanan, dan obat-obatan.Makanan merupakan pemicu tersering pada anak dan dewasa muda. Obat-obatan dan gigitan atau sengatan serangga merupakan pemicu yang sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua.Penyebab yang lebih jarang di antaranya adalah faktor fisik, senyawa biologi (misalnya air mani), lateks, perubahan hormonal, bahan tambahan makanan (misalnya monosodium glutamat dan pewarna makanan), dan obat-obatan yang dioleskan pada kulit (pengobatan topikal).Olahraga atau suhu (panas atau dingin) dapat juga memicu anafilaksis dengan membuat sel tertentu (yang dikenal sebagai sel mast) melepaskan senyawa kimia yang memulai reaksi alergi.Anafilaksis karena berolahraga biasanya juga berkaitan dengan asupan makanan tertentu.Bila anafilaksis timbul saat seseorang sedang dianestesi (dibius), penyebab tersering adalah obat-obatan tertentu yang ditujukan untuk memberikan efek melumpuhkan (obat penghambat saraf otot), antibiotik, dan lateks.Pada 32-50% kasus, penyebabnya tidak diketahui (anafilaksis idiopatik).
Makanan
Banyak makanan dapat memicu anafilaksis, bahkan saat makanan tersebut dikonsumsi untuk pertama kali.Pada kultur Barat, penyebab tersering adalah memakan atau berkontak dengan kacang-kacangan, gandum, kacang-kacangan dari pohon, kerang, ikan, susu, dan telur.Di Timur Tengah, wijen merupakan makanan pencetus yang sering. Di Asia, nasi dan kacang Arab sering menyebabkan anafilaksis.Kasus yang berat biasanya disebabkan karena mengonsumsi makanan tersebut,tetapi beberapa orang mengalami reaksi yang hebat saat makanan pemicu bersentuhan dengan bagian tubuh. Dengan bertambahnya usia, alergi dapat mengalami perbaikan. Pada usia 16 tahun, 80% anak dengan anafilaksis terhadap susu atau telur dan 20% dengan kasus tunggal anafilaksis terhadap kacang dapat mengonsumsi makanan tersebut tanpa masalah.
Obat
Setiap obat dapat menyebabkan anafilaksis. Yang paling umum adalah antibiotik β-lactam (seperti penisilin) diikuti oleh aspirin dan OAINS (Obat Antiinflamasi Non Steroid/NSAID).Bila seseorang alergi terhadap salah satu jenis OAINS, biasanya ia masih dapat menggunakan jenis lainnya tanpa memicu anafilaksis.Penyebab lain anafilaksis yang sering ditemukan di antaranya adalah kemoterapi, vaksin, protamin (terdapat pada sperma), dan obat-obatan herbal.Sejumlah obat termasuk vankomisin, morfin, dan obat yang digunakan untuk memperjelas foto sinar–x (agen radiokontras), menyebabkan anafilaksis karena merusak sel tertentu pada jaringan, yang merangsang terjadinya pelepasan histamin (degranulasi sel mast).
Frekuensi reaksi terhadap obat sebagian tergantung pada seberapa sering obat diberikan dan sebagian lagi tergantung pada cara kerja obat di dalam tubuh. Anafilaksis terhadap penisilin atau sefalosporin hanya terjadi setelah mereka berikatan dengan protein di dalam tubuh, dan beberapa berikatan lebih mudah dibandingkan dengan yang lainnya.Anafilaksis terhadap penisilin muncul pada satu di antara 2.000 hingga 10.000 orang yang mendapat pengobatan. Kematian terjadi pada kurang dari satu dalam setiap 50.000 orang yang mendapat pengobatan.Anafilaksis terhadap aspirin dan OAINS muncul pada kurang lebih satu di antara 50.000 orang. Bila seseorang mengalami reaksi terhadap penisilin, risiko reaksinya terhadap sefalosporin akan lebih besar, tetapi reaksi ini masih lebih kecil dari 1 dalam 1.000. Obat yang dahulu digunakan untuk memperjelas foto sinar-x (agen radiokontras) menyebabkan reaksi pada 1% dari seluruh kasus. Obat yang lebih baru dengan agen radiokontras berosmolaritas rendah menimbulkan reaksi pada 0,04% kasus.
Bisa (Racun)
Bisa dari sengatan atau gigitan serangga seperti lebah dan tawon (Hymenoptera) atau serangga penghisap darah (Triatominae) dapat menyebabkan anafilaksis.Bila seseorang mengalami reaksi terhadap bisa sebelumnya, dan reaksinya meluas ke sekitar tempat sengatan, mereka mempunyai risiko anafilaksis lebih besar di masa yang akan datang. Namun demikian, sebagian dari penderita yang meninggal karena anafilakasis tidak menunjukkan adanya reaksi yang luas (sistemik) sebelumnya.
Faktor risiko
Seseorang dengan penyakit atopi seperti asma, eksim, atau rinitis alergi mempunyai risiko tinggi anafilaksis yang disebabkan oleh makanan, lateks, dan agen radiokontras. Mereka ini tidak mempunyai risiko yang lebih besar terhadap obat injeksi ataupun sengatan.Suatu studi pada anak dengan anafilaksis menemukan bahwa 60% memiliki riwayat penyakit atopi sebelumnya. Lebih dari 90% dari anak yang meninggal karena anafilaksis menderita asma.Orang dengan kelainan yang disebabkan oleh jumlah sel mast yang terlalu banyak pada jaringannya (mastositosis) atau orang dengan status sosioekonomi yang lebih tinggi, memiliki risiko yang lebih besar.Semakin lama waktu sejak terakhir kali terpapar pada agen penyebab anafilaksis, maka semakin rendah risiko terjadi reaksi yang baru.
Mekanisme
Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi berat yang terjadi dengan tiba-tiba dan memengaruhi banyak sistem tubuh.Hal ini disebabkan oleh pelepasan mediator inflamasi dan sitokinesis dari sel mast dan basofil. Pelepasan ini biasanya merupakan suatu reaksi sistem imun, tetapi dapat juga disebabkan kerusakan pada sel-sel ini yang tidak berkaitan dengan reaksi imun.
Imunologi
Ketika anafilaksis tidak disebabkan oleh respons imun, imunoglobulin E(IgE) berikatan dengan materi asing yang menyebabkan reaksi alergi (antigen). Kombinasi antara IgE yang berikatan dengan antigen mengaktifkan reseptor FcεRI pada sel mast dan basofil. Sel mast dan basofil bereaksi dengan melepaskan mediator inflamasi seperti histamin. Mediator ini meningkatkan kontraksi otot polos bronkus, menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), meningkatkan kebocoran cairan dari dinding pembuluh darah, dan menekan kerja otot jantung.Diketahui pula suatu mekanisme imunologi yang tidak bergantung pada IgE, tetapi belum diketahui apakah hal ini terjadi pada manusia.
Non-imunologi
Ketika anafilkasis tidak disebabkan oleh respons imun, reaksi ini disebabkan oleh adanya faktor yang secara langsung merusak sel mast dan basofil, sehingga keduanya melepaskan histamin dan senyawa lain yang biasanya berkaitan dengan reaksi alergi (degranulasi). Faktor yang dapat merusak sel ini di antaranya zat kontras untuk sinar-x, opioid, suhu (panas atau dingin), dan getaran.
Diagnosis
Anafilaksis didiagnosis berdasarkan gejala klinis.Bila muncul salah satu dari tiga gejala di bawah ini dalam waktu beberapa menit/jam setelah seseorang terpapar suatu alergen, kemungkinan besar orang tersebut mengalami anafilaksis:
Gejala pada kulit atau jaringan mukosa bersamaan dengan sesak napas atau tekanan darah rendah
Terjadinya dua atau lebih gejala berikut ini:-
a. Gejala pada kulit atau mukosa
b. Sesak napas
c. Tekanan darah rendah
d. Gejala saluran cerna
Tekanan darah rendah setelah terpapar alergen tersebut
Bila seseorang memberikan reaksi berat setelah tersengat serangga atau minum obat tertentu, pemeriksaan darah untuk menguji kadar tryptase atau histamin (yang dilepaskan oleh sel mast) akan sangat membantu dalam mendiagnosis anafilaksis. Namun, pemeriksaan ini tidak akan bermanfaat apabila penyebabnya adalah makanan atau bila tekanan darah tetap normal,dan pemeriksaan tersebut tidak dapat menyingkirkan diagnosis anafilaksis.
Klasifikasi
Ada tiga klasifikasi utama anafilaksis. Syok anafilaktik terjadi ketika pembuluh darah di hampir seluruh bagian tubuh melebar (vasodilasi sistemik), sehingga menyebabkan tekanan darah rendah sampai sedikitnya 30% di bawah tekanan darah normal orang tersebut atau 30% di bawah standar normal tekanan darah. Diagnosis anafilaksis bifasik ditegakkan ketika gejala di atas muncul kembali dalam waktu 1–72 jam kemudian meskipun tidak ada kontak baru antara pasien dengan alergen yang menyebabkan reaksi pertama.Beberapa studi menyatakan bahwa kasus anafilaksis bifasik mencakup sampai dengan 20% kasus.Biasanya gejala-gejala tersebut muncul kembali dalam waktu 8 jam.Reaksi kedua tersebut diatasi dengan cara yang sama dengan anafilaksis awal. Pseudoanafilaksis atau reaksi anafilaktoid adalah nama lama anafilaksis yang bukan disebabkan oleh reaksi alergi, melainkan oleh cedera langsung pada sel mast (degranulasi sel mast).Nama yang sekarang digunakan oleh Badan Alergi Dunia/World Allergy Organization adalah “anafilaksis non-imun”. Beberapa orang menyarankan agar istilah lama tersebut tidak digunakan lagi.
Tes Alergi
Tes alergi kulit yang dilakukan pada lengan sebelah kanan
Tes alergi dapat membantu memastikan apa penyebab anafilaksis pada seseorang. Tes alergi kulit (misalnya tes tempel) sudah tersedia untuk beberapa jenis makanan dan bisa binatang.Pemeriksaan darah untuk antibodi spesifik dapat bermanfaat dalam memastikan alergi susu, telur, kacang, kacang-kacangan pohon, dan ikan. Tes kulit bisa digunakan untuk mengetahui alergi penisilin, tapi tidak terdapat tes kulit untuk jenis obat lainnya.Jenis anafilaksis non-imun hanya dapat didiagnosis dengan cara memeriksa riwayat kesehatan orang yang bersangkutan atau dengan cara memaparkan orang tersebut terhadap bahan alergen yang pernah menyebabkan reaksi di masa lalu. Tidak ada pemeriksaan darah maupun tes kulit untuk anafilaksis non-imun.
Diagnosis Banding
Kadangkala sulit untuk membedakan anafilaksis dengan asma, pingsan akibat kekurangan oksigen (sinkop), dan serangan panik.Penderita asma biasanya tidak menunjukkan gejala gatal atau gejala saluran cerna. Ketika seseorang pingsan, kulitnya pucat dan tidak beruam. Seseorang yang mengalami serangan panik mungkin kulitnya kemerahan tapi tidak berbentol merah dan gatal.Kondisi lain yang juga menunjukkan gejala serupa adalah keracunan makanan yang berasal dari ikan busuk (scombroidosis) dan infeksi akibat parasit tertentu (anisakiasis).
Pencegahan
Cara yang dianjurkan untuk mencegah anafilaksis adalah menghindari segala sesuatu yang sebelumnya pernah menyebabkan reaksi. Bila sulit, ada beberapa obat yang mungkin bisa mencegah tubuh bereaksi terhadap alergen tertentu (desensitisasi). Pengobatan sistem imun (imunoterapi) dengan bisa Hymenoptera efektif menurunkan sensitivitas (desensitisasi) hingga 80–90% pada orang dewasa dan 98% pada anak terhadap alergi lebah, tawon, tabuhan, tawon yellowjacket, dan semut api. Imunoterapi oral sebenarnya cukup efektif untuk desensitisasi pasien terhadap makanan tertentu seperti susu, telur, kacang-kacangan dan kacang; namun cara ini seringkali menyebabkan efek samping yang tidak baik. Desensitisasi juga mungkin dilakukan untuk berbagai macam obat, namun sebagian besar pasien sebaiknya cukup menghindari menggunakan obat yang menyebabkan masalah tersebut. Bagi mereka yang alergi terhadap lateks, sangat penting menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan yang menyerupai bahan penyebab reaksi imun (makanan yang dapat bereaksi silang), antara lain alpukat, pisang, dan kentang, selain makanan lainnya.
Tata laksana
Anafilaksis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan penyelamatan jiwa seperti penanganan jalan napas, pemberian oksigen, cairan infus intravena dengan volume besar, serta pengawasan ketat.[3] Epinefrin adalah obat pilihan. Antihistamin dan steroid seringkali digunakan bersama dengan epinefrin.[5] Bila pasien sudah kembali normal, ia harus tetap dipantau di rumah sakit selama 2 sampai 24 jam untuk memastikan bahwa gejala tidak muncul kembali, seperti yang terjadi pada anafilaksis bifasik.
Epinefrin
Versi lama auto-injektor Epipen
Epinefrin (adrenalin) adalah obat pilihan pada anafilaksis. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan obat ini (tidak ada kontraindikasi mutlak).Cara penggunaan yang dianjurkan yaitu injeksi larutan epinefrin ke otot di pertengahan paha sisi anterolateral segera setelah dicurigai terjadi reaksi anafilaksis. Penyuntikan dapat diulang setiap 5 sampai 15 menit bila orang yang bersangkutan tidak memberikan respons yang baik terhadap obat tersebut.Dosis kedua biasanya diperlukan pada 16 hingga 35% kasus. Jarang diperlukan pemberian lebih dari dua dosis.Penyuntikan ke dalam lapisan otot (injeksi intramuskular) lebih banyak dilakukan ketimbang suntikan ke bawah lapisan kulit (injeksi subkutan), karena penyerapan obat akan terlalu lama. Gangguan kecil akibat epinefrin antara lain gemetar, kecemasan, sakit kepala, dan berdebar-debar.
Epinefrin mungkin tidak akan bekerja pada orang yang minum obat penghambat reseptor beta. Dalam kondisi demikian, bila epinefrin tidak bekerja efektif, maka suntikan intravena glukagon bisa diberikan. Glukagon memiliki mekanisme aksi yang tidak melibatkan reseptor beta.
Bila perlu, epinefrin juga dapat disuntikkan melalui pembuluh vena (injeksi intravena) dengan larutan pengencer. Meski demikian, suntikan intravena eprinefrin sering dikaitkan dengan timbulnya irama detak jantung yang tidak teratur (disritmia) dan serangan jantung (infark miokard). Autoinjektor epinefrin yang bisa digunakan oleh orang dengan anafilaksis untuk menyuntik ke dalam otot sendiri, biasanya tersedia dalam dua dosis, satu untuk dewasa atau anak dengan berat badan lebih dari 25 kg dan satu lagi untuk anak dengan berat badan 10 sampai 25 kg.
Tata laksana tambahan
Antihistamin umumnya digunakan di samping epinefrin. Secara teori, antihistamin diduga lebih efektif namun sangat sedikit bukti yang menunjukkan bahwa antihistamin efektif dalam terapi anafilaksis. Kajian Cochrane pada tahun 2007 tidak menemukan adanya penelitian berkualitas baik yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk merekomendasi obat tersebut. Antihistamin diyakini tidak membantu dalam mengatasi penumpukan cairan atau spasme/kram otot saluran napas.Kortikosteroid kemungkinan tidak akan berpengaruh apa-apa bila orang yang bersangkutan sedang mengalami anafilaksis. Kortikosteroid dapat digunakan dengan harapan untuk menurunkan risiko anafilaksis bifasik, namun tidak jelas efektivitasnya dalam mencegah reaksi anafilaksis berikutnya. Salbutamol yang diberikan melalui terapi inhalasi (nebulizer) mungkin efektif apabila epinefrin tidak berhasil menghilangkan gejala bronkospasme. Metilen biru juga sudah digunakan pada orang yang tidak responsif terhadap upaya lain, karena dapat melemaskan otot polos.
Persiapan
Orang yang memiliki risiko anafilaksis disarankan agar memiliki "rencana aksi alergi". Orang tua harus memberi tahu sekolah perihal alergi anak-anaknya dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat anafilaksis. Rencana aksi tersebut biasanya mencakup cara penggunaan auto-injektor epinefrin, saran untuk mengenakan gelang peringatan medis, serta penyuluhan mengenai bagaimana mencegah pemicunya.Pengobatan untuk membuat tubuh tidak terlalu sensitif terhadap bahan yang menyebabkan reaksi alergi (imunoterapi alergen) sudah ada untuk beberapa pemicu tertentu. Terapi demikian dapat mencegah timbulnya kejadian anafilaksis di kemudian hari. Rangkaian desensitisasi subkutan selama beberapa tahun telah diketahui efektif melawan serangga penyengat, sementara desensitisasi oral efektif untuk berbagai jenis makanan.
Harapan
Peluang kesembuhan cukup besar apabila penyebab anafilaksis diketahui dan orang yang bersangkutan langsung mendapatkan pengobatan.Meskipun penyebabnya tidak diketahui, apabila tersedia obat-obatan untuk menghentikan reaksi, maka orang tersebut biasanya cepat pulih.Bila sampai terjadi kematian, biasanya diakibatkan oleh masalah pernapasan (umumnya karena sumbatan jalan napas) atau masalah kardiovaskuler (syok).Anafilaksis menyebabkan kematian pada 0,7–20% kasus.Beberapa kasus kematian terjadi dalam hitungan menit.[5] Pada orang yang mengalami anafilaksis akibat aktivitas fisik umumnya bisa teratasi dengan baik, dan seiring bertambahnya usia, biasanya kejadian anafilaksis lebih jarang dan lebih ringan.
Peluang Kejadian
Insidens anafilaksis adalah 4–5 per 100.000 orang setiap tahun,dengan risiko kejadian seumur hidup sebesar 0,5%–2%.[5] Jumlah tersebut tampaknya mengalami peningkatan. Jumlah orang yang mengalami anafilaksis pada tahun 1980-an kira-kira hanya 20 per 100.000 per tahun, sementara itu pada tahun 1990-an menjadi 50 per 100.000 per tahun. Peningkatan itu tampaknya terjadi pada kelompok anafilaksis yang terutama disebabkan oleh makanan. Risikonya lebih besar pada kalangan muda dan wanita.
Saat ini, anafilaksis menyebabkan 500–1.000 kematian setiap tahun (2,4 per satu juta) di Amerika Serikat, 20 kematian per tahun di Inggris (0,33 per satu juta), dan 15 kematian per tahun di Australia (0,64 satu per juta). Kematian antara tahun 1970-an hingga 2000-an sudah mengalami penurunan. Di Australia, kematian akibat anafilaksis yang disebabkan oleh makanan terutama terjadi pada wanita, sementara yang disebabkan oleh gigitan serangga terutama terjadi pada pria. Kematian akibat anafilaksis umumnya dipicu oleh obat.
Sejarah
Istilah "aphylaxis" diciptakan oleh Charles Richet pada tahun 1902 dan kemudian diganti menjadi "anaphylaxis" karena lebih enak didengar. Ia kemudian dianugerahi Hadiah Nobel bidang Kedokteran dan Fisiologi pada tahun 1913 berkat hasil karyanya dalam bidang anafilaksis. Sebenarnya reaksi anafilaksis sudah pernah dilaporkan sejak zaman kuno. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani|Kata dalam bahasa Yunani ἀνά ana, melawan, dan φύλαξις phylaxis, perlindungan.
Penelitian
Saat ini masih berlangsung usaha mengembangkan epinefrin yang dapat diberikan di bawah lidah (epinefrin sublingual) untuk mengobati anafilaksis.Injeksi subkutan antibodi anti-IgE omalizumab sedang diteliti sebagai metode pencegahan munculnya kembali reaksi (rekurensi), namun hasil penelitian itu belum menjadi rekomendasi.
Alergen
Menurut ilmu imunologi, alergen adalah senyawa yang dapat menginduksi imunoglobulin E (IgE) melalui paparan berupa inhalasi (dihirup), ingesti (proses menelan), kontak, ataupun injeksi. Respon tubuh terhadap suatu alergen terjadi melalui proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sifat inang, lingkungan, dan sifat fisik dari alergen. Sebagian besar alergen merupakan protein yang dapat merangsang respon imun tubuh melalui reaksi enzimatik atau aktivasi reseptor pada sel epitelium mukosa secara langsung. Beberapa contoh antigen spesifik adalah:
Aeroalergen
Protein atau glikoprotein yang tersebar di udara dan bersumber dari berbagai macam sumber, seperti spora kapang, serbuk sari tumbuhan, bulu hewan, dan kotoran tungau serta kecoa.
Alergen makanan
Beberapa contoh makanan yang biasanya menimbulkan alergi pada anak-anak adalah telur, susu, kedelai, gandum, dan kacang.
Alergen lateks
Alergi yang disebabkan oleh karet lateks sering ditemukan pada pekerja industri karet, petugas kesehatan, dan orang yang menjalani operasi di saat bayi.
Alergen farmasi
Contohnya penisilin dan sefalosporin.
Alergen bisa serangga
Sengatan serangga dapat menimbulkan alergi pada sebagian orang.
Skizofrenia
Skizofrenia
: adalah kelainan mental yang ditandai oleh gangguan proses berpikir dan respon emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi pendengaran, paranoid atau waham yang ganjil, atau cara berbicara dan berpikir yang kacau, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul pada saat dewasa muda, dengan prevalensi semasa hidup secara global sekitar 0.3–0.7%. Diagnosis didasarkan atas pengamatan perilaku dan pengalaman penderita yang dilaporkan.
Genetik, lingkungan awal, neurobiologi, serta kondisi psikologis dan proses sosial tampaknya merupakan faktor penyumbang kontribusi penting; beberapa jenis obat resep dan rekreasional sepertinya dapat menjadi penyebab atau kondisi yang memperburuk gejala. Penelitian saat ini difokuskan pada peranan neurobiologi, walaupun tidak ada satupun penyabab organik khusus yang ditemukan. Berbagai kombinasi gejala yang mungkin terjadi telah memicu debat apakah suatu diagnosis mewakili satu kelainan atau beberapa gejala yang berbeda. Terlepas dari etimologi istilah yang berasal dari akar kata bahasa Yunani skhizein (σχίζειν, "membelah") dan phrēn, phren- (φρήν, φρεν-; "ingatan"), skizofrenia tidak sama sebagai "ingatan terbelah" dan tidak sama dengan gangguan identitas disosiatif —yang juga dikenal sebagai "gangguan kepribadian ganda" atau "kepribadian terbelah"—suatu kondisi yang sering tertukar menurut persepsi masyarakat luas.
Pengobatan andalan adalah pengobatan dengan antipsikotik, yang pada umumnya menekan aktivitas dopamine (dan kadang-kadang serotonin ) reseptor. Psikoterapi dan rehabilitasi vokasional dan sosial merupakan perawatan yang juga penting. Pada kasus yang lebih serius—di mana melibatkan risiko untuk dirinya dan orang lain—mungkin perlu dilakukan perawatan di rumah sakit secara paksa, walaupun lama perawatan di rumah sakit sekarang ini lebih singkat dan tidak sesering waktu sebelumnya.
Gangguan ini diperkirakan secara umum akan memengaruhi kognisi, tetapi juga biasanya akan berkontribusi pada masalah kronis yang berhubungan dengan tingkah laku dan emosi. Seseorang yang menderita skizofrenia biasanya juga mengalami kondisi ( komorbid ), termasuk depresi mayor dan gangguan kecemasan ; kemunculan penyalahgunaan senyawa tertentu semasa hidup mencapai 50%.Masalah sosial, seperti misalnya pengangguran jangka panjang, kemiskinan dan keadaan tunawisma, merupakan kejadian yang umum. Rata-rata harapan hidup orang yang menderita gangguan ini adalah 12 hingga 15 tahun lebih pendek dari yang bukan penderita, yang merupakan hasil dari meningkatnya masalah kesehatan dan dan lebih tingginya tingkat bunuh diri (sekitar 5%)
Gejala Skizofrenia
Seseorang yang didiagnosis mengidap skizofrenia dapat mengalami halusinasi (kebanyakan melaporkan adanya mendengar suara-suara ), waham (biasanya aneh atau penyiksaan secara biasa), dan gangguan daya pikir dan bicara. Yang terakhir ini dapat berupa kehilangan urutan berpikir, hingga kalimat yang artinya kurang berhubungan, sampai dengan ketidakpaduan yang dikenal sebagai kata-kata yang berantakan pada kasus yang lebih parah. Menarik diri dari lingkungan sosial, cara berpakaian yang berantakan dan tidak menjaga kebersihan, dan kehilangan motivasi dan pertimbangan merupakan hal yang umum pada skizofrenia.Biasanya dapat diobservasi adanya pola kesulitan emosi, sebagai contoh tidak adanya sifat responsif.Gangguan dalam kognisi sosial diasosiasikan dengan skizofrenia, demikian juga dengan gejala paranoia ; isolasi sosial pada umumnya muncul. Kesulitan dalam bekerja dan daya ingat jangka panjang, perhatian, peran eksekutif, dan kecepatan untuk mengolah juga sangat umum terjadi. Pada salah satu subtipe yang tidak umum, seseorang menjadi sangat diam, dan berdiam diri pada posisi yang sangat aneh, atau menunjukkan tingkah laku yang tidak jelas, semua ini merupakan gejala katatonia.
Pada masa akhir remaja dan awal masa dewasa merupakan periode puncak untuk timbulnya skizofrenia, yang merupakan tahun kritis perkembangan sosial dan vokasional pada seorang dewasa muda. Pada 40% laki-laki dan 23% perempuan didiagnosis dengan skizofrenia, di mana manifestasi kondisi ini muncul sebelum usia 19 tahun. Untuk menekan gangguan perkembangan yang diasosiasikan dengan skizofrenia, telah banyak dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan menangani fase prodromal (sebelum-tercetus) dari penyakit ini, yang telah dapat dideteksi hingga 30 bulan sebelum gejala muncul. Mereka yang telah mengalami perkembangan skizofrenia mengalami gejala psikotik sementara atau sembuh dengan sendirinya dan gejala non-spesifik berupa menarik diri dari lingkungan, iritabilitas, disforia, dan kecerobohan selama fase prodromal.
Klasifikasi Schneiderian
Pada awal abad ke-20, seorang psikiatrik yang bernama Kurt Schneider membuat daftar gejala psikotik yang menurutnya dapat membedakan skizofrenia dari gangguan psikotik lainnya. Daftar ini disebut first-rank symptoms (gejala peringkat pertama) atau Schneider's first-rank symptoms. Gejala ini termasuk waham berada dalam kontrol suatu kekuatan eksternal; kepercayaan bahwa pikiran dimasukkan atau keluar dari bawah sadar; kepercayaan bahwa pikiran seseorang dipancarkan kepada orang lain; dan mendengar suara halusinasi yang berkomentar tentang pikiran atau sikap seseorang atau bercakap-cakap dengan suara halusinasi.Walaupun telah menyumbang pada kriteria diagnostik secara signifikan, kespesifikan gejala peringkat pertama masih dipertanyakan. Suatu tinjauan tentang penelitian diagnosis yang dilakukan antara tahun 1970 dan 2005 menemukan bahwa mereka memperbolehkan untuk tidak adanya konfirmasi ataupun menolak klaim Schneider, dan menyarankan bahwa gejala tingkat pertama tidak harus mendapatkan penekanan untuk sistem diagnosis di masa mendatang.
Gejala positif dan negatif
Skizofrenia pada umumnya dideskripsikan sebagai gejala positif dan negatif (atau defisit).Gejala positif merupakan gejala yang tidak dialami oleh kebanyakan individu secara normal tetapi dialami oleh seorang penderita skizofrenia. Keadaan ini termasuk diantaranya waham, pikiran dan ucapan yang kacau, dan halusinasi taktil, auditori, visual, olfaktori dan gustatori, biasanya dijelaskan sebagai manifestasi psikosis. Halusinasi biasanya berhubungan dengan tema waham. Gejala positif umumnya memberikan respons yang baik dengan pengobatan. Gejala negatif merupakan adanya defisit terhadap respon emosi normal atau proses berpikir lainnya, dan reaksinya kurang baik terhadap pengobatan. Gejala pada umumnya meliputi emosi yang datar atau efek tumpul, pendiam ( alogia ), ketidakmampuan untuk mengalami kesenangan ( anhedonia ), tidak ada keinginan untuk membangun hubungan sosial ( asocial ), dan rendahnya motivasi ( avolisi ). Penelitian memperlihatkan adanya gejala negatif yang berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk, keterbatasan fungsi, dan beban bagi orang lain dibandingkan dengan gejala positif.Pada penderita dengan gejala negatif yang menonjol seringkali memiliki sejarah untuk kurang mampu menyesuaikan diri sebelum penyakit muncul, dan respons terhadap pengobatan biasanya terbatas.
Penyebab
!Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Penyebab skizofrenia
Suatu kombinasi dari faktor genetika dan faktor lingkungan memainkan peranan dalam perkembangan skizofrenia.Seseorang dengan sejarah skizofrenia dalam keluarga yang menderita psikosis transien atau pembatasan diri memiliki kemungkinan 20–40% untuk didiagnosis satu tahun kemudian.
Genetika
Perkiraan dari heritabilitas bervariasi karena kesulitan dalam memisahkan efek yang disebabkan oleh faktor genetika dan lingkungan.Risiko terbesar timbulnya skizofrenia adalah adanya hubungan saudara tingkat pertama dengan penyakit (risikonya 6.5%); lebih dari 40% pada kembar monozigotik dari penderita skizofrenia juga terpengaruh.Tampaknya bahwa banyak gen yang terlibat, setiap bagian kecil memberi efek dan transmisi serta ekspresi yang tidak diketahui. Banyak penyebab yang telah diajukan, termasuk yang spesifik seperti variasi jumlah salinan, NOTCH4, dan lokus protein histon.Sejumlah segala sesuatu yang menyangkut genom seperti misalnya protein jari seng 804A juga telah ditautkan. Terdapat tumpang tindih yang signifikan pada genetika skizofrenia dan kelainan bipolar.
Dengan mengasumsikan adanya dasar kturunan, suatu pertanyaan dari psikologi revolusioner adalah mengapa gen yang meningkatkan kemungkinan psikosis berkembang, dengan asumsi bahwa kondisi ini mungkin disebabkan oleh adanya ketimpangan adaptasi dari pandangan evolusi. Satu teori mengimplikasikan keterlibatan gen dalam evolusi bahasa dan sifat alami manusia, tetapi hingga saat ini ide seperti itu tetap menjadi teori secara alamiah.
Lingkungan
Faktor lingkungan berhubungan dengan timbulnya skizofrenia diantaranya adalah lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat dan stres masa kehamilan. Gaya pengasuhan tampaknya tidak memberikan pengaruh besar, walaupun penderita yang mendapat dukungan dari orang tua keadaannya lebih baik daripada penderita dengan orang tua yang suka mengkritik dan kasar. Tinggal di lingkungan urban pada waktu masa kanak-kanak atau masa dewasa secara konsisten tampaknya menaikkan risiko skizofrenia dua kali lipat, bahkan setelah memperhitungkan faktor penggunaan obat, kelompok etnis, dan ukuran dari kelompok sosial. Faktor lain yang memainkan peranan penting termasuk isolasi sosial dan imigrasi yang berhubungan dengan kesulitan sosial, diskriminasi rasial, dssfungsi keluarga, pengangguran, dan kondisi perumahan yang buruk.
Penyalahgunaan obat
Sejumlah obat dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia, termasuk kanabis, kokain, dan amfetamin. Sekitar sebagian dari penderita skizofrenia merupakan pengguna obat-obatan dan/atau alkohol secara berlebihan. Peran kanabis dapat merupakan penyebab,tetapi obat lainnya dapat digunakan hanya sebagai cara untuk mengatasi depresi, kecemasan, kebosanan dan rasa kesepian.
Ganja di asosiasi kan dengan peningkatan bergantung dosis pada risiko berkembangnya gangguan psikotik di mana penggunaan yang sering berkorelasi dengan dua kali peningkatan risiko psikosis dan skizofrenia.Walaupun penggunaan ganja diterima sebagai sebab yang berkontribusi terhadap skizofrenia oleh banyak pihak, hal itu tetaplah kontroversial.
Amfetamin, kokain, dan pada derajat tertentu yang lebih rendah, alkohol, dapat menyebabkan psikosis yang bergejala sangat serupa dengan skizofrenia. Meskipun tidak secara umum dipercaya sebagai satu sebab penyakit, penderita skizofrenia menggunakan nikotin dengan rerata yang jauh lebih besar dibandingkan populasi pada umumnya.
Faktor perkembangan
Faktor-faktor seperti hipoksia dan infeksi, atau stres dan malnutrisi pada ibu di masa perkembangan janin, dapat mengakibatkan sedikit peningkatan resiko skizofrenia di kemudian hari.Orang-orang yang didiagnosis menderita skizofrenia lebih sering dilahirkan pada saat musim dingin atau musim semi (setidaknya di belahan bumi utara ), yang mungkin merupakan akibat dari peningkatan rerata paparan virus di dalam kandungan.Perbedaan ini sekitar 5 sampai 8%.
Mekanisme skizofrenia
Sejumlah upaya telah dibuat untuk menjelaskan hubungan antara fungsi otak yang berubah dengan skizofrenia.Satu teori yang paling umum adalah hipotesis dopamin, yang menjelaskan bahwa psikosis disebabkan interpretasi pikiran yang salah terhadap pelepasan dari neuron dopaminergis.
Psikologis
Banyak mekanisme psikologis yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan skizofrenia. Bias kognitif telah diidentifikasi pada orang-orang yang didiagnosis atau berisiko menderita skizofrenia, terutama ketika dalam keadaan stres atau situasi yang membingungkan.Beberapa fitur kognitif dapat mencerminkan defisit neurokognitif global seperti hilangnya memori, sementara beberapa fitur lain dapat berhubungan dengan masalah atau pengalaman tertentu.
Meskipun penampilan yang tampak adalah tumpulnya emosi, studi terbaru menunjukkan bahwa banyak individu yang didiagnosis menderita skizofrenia memiliki emosi yang responsif, khususnya terhadap stimulus stres atau negatif, dan bahwa sensitivitas tersebut dapat menimbulkan kerentanan terhadap gejala maupun gangguan tersebut. Beberapa bukti menunjukkan bahwa muatan waham dan pengalaman psikotik dapat mencerminkan penyebab emosional dari gangguan tersebut, dan bagaimana seseorang menafsirkan pengalaman tersebut dapat mempengaruhi simtomatologi.Penggunaan " perilaku aman " untuk menghindari ancaman imajinatif dapat berkontribusi terhadap kekronisan waham.[50] Bukti lebih lanjut dari peran mekanisme psikologis dating dari efek psikoterapi pada gejala skizofrenia.
Neurologis Functional magnetic resonance imaging (FMRI) dan teknologi pencitraan otak lainnya memungkinkan studi perbedaan aktivitas otak pada orang-orang yang didiagnosis menderita skizofrenia. Gambar terkait menunjukkan dua tingkat otak, dengan daerah otak yang lebih aktif pada responden kontrol yang sehat dibandingkan dengan pasien skizofrenia yang ditunjukkan dengan warna merah, dalam satu studi fMRI tentang kerja memori.
Skizofrenia diasosiasikan dengan perbedaan samar dalam struktur otak, ditemukan dalam 40 sampai 50% kasus, dan dalam kimiawi otak selama keadaan psikotik akut.Studi menggunakan tes neuropsikologi dan teknologi pencitraan otak seperti fMRI dan PET untuk memeriksa perbedaan fungsional aktivitas otak telah menunjukkan bahwa perbedaan sepertinya lebih sering terjadi pada bagian lobus frontal, hipokampus dan lobus temporal.Berkurangnya volume otak, lebih kecil daripada yang ditemukan pada penyakit Alzheimer, telah dilaporkan pada daerah korteks frontal dan lobus temporal. Belum jelas apakah perubahan volumetrik ini adalah progresif atau sudah ada sebelum menderita penyakit. Perbedaan ini dikaitkan dengan defisit neurokognitif yang sering diasosiasikan dengan skizofrenia. Karena sirkuit-sirkuit saraf berubah, sebagai alternatif telah diajukan bahwa skizofrenia seharusnya dianggap sebagai suatu gabungan dari gangguan-gangguan perkembangan saraf.
Perhatian khusus diberikan pada fungsi dopamin di dalam jalur mesolimbik otak. Hal ini berfokus sebagian besar pada penemuan secara tidak sengaja bahwa obat-obatan golongan fenotiazin, yang menghambat fungsi dopamin, dapat mengurangi gejala-gejala psikotik. Hal ini juga dikuatkan dengan fakta bahwa amfetamin, yang memicu pelepasan dopamin, dapat menguatkan gejala-gejala psikotik pada skizofrenia. Hipotesis dopamin yang berpengaruh besar pada skizofrenia diajukan dalam hal aktivasi berlebihan dari Reseptor D2 adalah penyebab (gejala-gejala positif dari) skizofrenia. Meskipun dipostulasikan selama sekitar 20 tahun berdasar pada efek penghambatan D2 yang umum pada semua obat antipsikotik, barulah pada sekitar pertengahan 1990an studi pencitraan PET dan SPET memberikan bukti pendukung. Hipotesis dopamin sekarang dianggap terlalu menyederhanakan, sebagian karena pengobatan antipsikotik yang lebih baru (pengobatan antipsikotik atipikal ) dapat sama efektifnya dengan pengobatan yang lebih lama (pengobatan antipsikotik tipikal ), tetapi juga mempengaruhi fungsi serotonin dan mungkin memiliki efek penghambatan dopamin yang sedikit lebih kecil.
Perhatian juga difokuskan pada neurotransmiter glutamat dan berkurangnya fungsi reseptor glutamat NMDA dalam skizofrenia, sebagian besar karena tingkat reseptor glutamat yang sangat rendah secara tidak wajar yang ditemukan pada otak pascakematian pada orang-orang yang didiagnosis menderita skizofrenia,dan penemuan obat-obatan penghambat glutamat seperti fensiklidin dan ketamin dapat meniru gejala-gejala dan masalah kognitif yang diasosiasikan dengan kondisi tersebut.Fungsi glutamat yang berkurang terkait dengan buruknya performa pada tes-tes yang membutuhkan fungsi lobus frontal dan hipokampus, dan glutamat dapat mempengaruhi fungsi dopamin, keduanya berakibat dalam skizofrenia, menunjukkan suatu peran penting dalam menghubungkan (dan kemungkinan menyebabkan) jalur glutamat dalam kondisi tersebut. Tetapi gejala-gejala positif gagal merespon pengobatan glutaminergis
Diagnosis
Skizofrenia didiagnosis berdasarkan kriteria dari panduan Asosiasi Psikiatri Amerika Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders , versi DSM-IV-TR, atau dari Organisasi Kesehatan Dunia International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, yaitu ICD-10. Kriteria ini menggunakan pengalaman swalapor dari penderita dan kejanggalan perilaku yang dilaporkan, yang kemudian diikuti dengan penilaian klinis oleh seorang profesional bidang kesehatan mental. Gejala yang dikaitkan dengan skizofrenia berlangsung dalam suatu rangkaian kesatuan dalam populasi dan harus mencapai suatu tingkat keparahan sebelum diagnosis ditegakkan. Sampai dengan 2009 belum ada tes yang objektif.
Kriteria
Kriteria ICD-10 biasanya digunakan di negara-negara Eropa, sementara kriteria DSM-IV-TR digunakan di Amerika Serikat dan seluruh dunia, dan sering digunakan dalam studi-studi riset. Kriteria ICD-10 memberi penekanan pada gejala peringkat pertama Schneiderian. Pada praktiknya, kesepakatan antara kedua sistem adalah tinggi.
Menurut edisi keempat yang direvisi dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR), agar bisa didiagnosis menderita skizofrenia, tiga kriteria diagnostik harus dipenuhi:
Gejala karakteristik:
Dua atau lebih dari gejala berikut, masing-masing hadir dengan frekuensi sering selama periode satu bulan (atau kurang, jika gejala berkurang karena pengobatan).
Waham
Halusinasi
Bicara tidak teratur, yang merupakan manifestasi gangguan pemikiran formal
Perilaku yang tidak teratur secara kasar (misalnya berpakaian yang tidak
sesuai, sering menangis) atau perilaku katatonik
Gejala negatif: Tumpulnya emosi (kurang atau menolak memberikan respons emosional), alogia (kurang atau menolak bicara), atau avolisi (kurang atau menolak motivasi)
Jika waham dinilai aneh, atau halusinasi meliputi mendengar satu suara yang berpartisipasi dalam komentar yang terus menerus terhadap tindakan pasien atau mendengar dua atau lebih suara yang bercakap-cakap satu sama lain, hanya gejala di atas yang diperlukan. Kriteria bicara tidak teratur hanya dipenuhi jika cukup parah untuk mengganggu komunikasi secara substansial.
Disfungsi sosial atau okupasional: Selama suatu waktu yang signifikan sejak mulainya gangguan, satu atau lebih daerah fungsi seperti kerja, hubungan interpersonal, atau perawatan diri, menjadi sangat rendah dibandingkan level yang dicapai sebelum gangguan.
Durasi yang signifikan: Tanda-tanda gangguan yang kontinu bertahan selama setidaknya enam bulan. Periode enam bulan ini harus termasuk setidaknya satu bulan gejala (atau kurang, jika gejala berkurang karena pengobatan).
Jika tanda-tanda gangguan terlihat selama lebih dari sebulan tetapi kurang dari enam bulan, diagnosis gangguan skizofreniform diterapkan.[63] Gejala psikotik yang berlangsung selama kurang dari sebulan dapat didiagnosis sebagai gangguan psikotik singkat, dan berbagai kondisi dapat diklasifikasikan sebagai gangguan psikotik lainnya yang tidak diklasifikasikan. Skizofrenia tidak dapat didiagnosis jika gejala gangguan suasana hati hadir secara substansial (meskipun dapat didiagnosis gangguan skizoafektif ), atau jika gejala gangguan perkembangan pervasif hadir kecuali waham atau halusinasi yang menonjol juga hadir, atau jika gejala adalah hasil fisiologis langsung dari suatu kondisi medis atau zat yang umum, seperti penyalahgunaan narkoba atau pengobatan.
Subtipe Skizofrenia
DSM-IV-TR mengandung lima subklasifikasi skizofrenia, meskipun para pengembang DSM-5 merekomendasikan agar subklasifikasi ini dihilangkan dari klasifikasi yang baru
Tipe paranoid: Terdapat waham atau halusinasi auditori, tetapi tidak ada gangguan pemikiran, perilaku yang tidak teratur, atau ketumpulan afektif. Waham yang ada merupakan waham menyiksa dan/atau waham kebesaran, tetapi sebagai tambahan, dapat juga hadir tema-tema lain seperti kecemburuan, religiusitas, atau somatisasi. (Kode DSM 295.3/kode ICD F20.0)
Tipe tidak teratur : Diberi namaskizofrenia hebefrenik dalam ICD. Gangguan pemikiran dan ketumpulan afektif hadir secara bersamaan. (Kode DSM 295.1/kode ICD F20.1)
Tipe katatonik : Subjek mungkin hampir tidak bisa bergerak atau menampakkan gerakan gelisah tanpa sebab. Gejala dapat termasuk stupor katatonik dan fleksibilitas lilin. (Kode DSM 295.2/kode ICD F20.2)
Tipe tidak dibedakan: Gejala psikotik hadir tetapi kriteria untuk tipe paranoid, tidak teratur atau katatonik belum dipenuhi. (Kode DSM 295.9/kode ICD F20.3)
Tipe residual: Gejala positif hadir hanya dalam intensitas rendah. (Kode DSM 295.6/kode ICD F20.5)
Kriteria ICD-10 memberikan dua subtipe tambahan
Depresi pascaskizofrenia: Episode depresi yang terjadi setelah sakit skizofrenia, yakni ketika beberapa gejala skizofrenia ringan mungkin masih dapat ditemukan. (ICD code F20.4)
Skizofrenia sederhana : Gejala negatif dan dominan berkembang perlahan-lahan dan progresif tanpa riwayat episode psikotik. (kode ICD F20.6)
Diagnosis Banding
Lihat pula: Diagnosis ganda
Gejala psikotik dapat ditemukan pada beberapa gangguan mental lainnya, termasuk gangguan bipolar, gangguan kepribadian borderline/perbatasan,intoksikasi obat dan psikosis dipicu obat. Waham ("non-bizarre"/tidak aneh) juga ditemukan pada gangguan waham, dan menarik diri dari lingkungan sosial pada gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan menghindar dan gangguan kepribadian skizotipik. Skizofrenia sering ditemukan bersamaan dengan gangguan obsesif-kompusif (OCD) dan cukup bermakna dibandingkan dengan yang dapat terjadi secara murni kebetulan, meskipun sulit untuk membedakan antara obsesi yang terjadi pada OCD dengan waham skizofrenia.
Diperlukan pemeriksaan fisik umum dan neurologis lebih lanjut untuk menyingkirkan penyakit yang kadang dapat menyebabkan gejala psikotik mirip skizofrenia, seperti gangguan metabolik, infeksi sistemik, sifilis, infeksi HIV, epilepsi, dan lesi otak. Kemungkinan delirium perlu disingkirkan, yang dapat dibedakan melalui halusinasi penglihatan, onset akut, dan tingkat kesadaran yang naik turun, dan menandakan adanya penyakit medis yang mendasarinya. Penyelidikan biasanya tidak perlu diulang untuk relaps, kecuali apabila terdapat indikasi medis yang spesifik atau kemungkinan efek samping dari obat antipsikotik.
Pencegahan
Saat ini belum disimpulkan adanya bukti efektivitas intervensi dini untuk mencegah skizofrenia. Meski terdapat bukti bahwa intervensi dini pada orang dengan episode psikotik dapat memperbaiki hasil jangka pendek, hanya sedikit manfaat upaya ini setelah lima tahun. Usaha untuk mencegah skizofrenia pada fase prodromal/awal belum jelas manfaatnya dan karena itu sejak tahun 2009 tidak disarankan.Pencegahan sulit dilakukan karena tidak ada petanda yang terpercaya untuk terjadinya penyakit di kemudian hari.Namun, beberapa kasus skizofrenia dapat ditunda atau mungkin dicegah dengan mencegah pemakaian ganja, khususnya pada remaja.Seorang dengan riwayat skizofrenia dalam keluarga mungkin lebih rentan terhadap psikosis yang dipicu ganja. Dan, satu studi menemukan bahwa gangguan psikotik yang dipicu ganja diikuti oleh terjadinya kondisi psikotik persisten pada sekitar setengah kasus.
Penelitian teoretis berlanjut pada strategi yang mungkin dapat menurunkan angka kejadian skizofrenia. Salah satu pendekatan berusaha memahami apa yang terjadi pada tingkat genetik dan neurologis yang dapat menyebabkan penyakit, sehingga dapat dikembangkan intervensi biomedis. Namun, efek genetik yang bermacam-macam dan bervariasi, masing-masing dalam skala kecil, yang berinteraksi dengan lingkungan, membuat hal ini menjadi sulit. Kemungkinan lain, strategi kesehatan masyarakat dapat secara selektif mengatasi faktor sosioekonomi yang dikaitkan dengan angka kejadian skizofrenia yang lebih tinggi pada beberapa kelompok, misalnya terkait imigrasi, etnisitas, atau kemiskinan. Strategi berskala populasi dapat menyediakan layanan untuk memastikan kehamilan yang aman dan pertumbuhan yang sehat, termasuk di area perkembangan psikologis seperti kecerdasan sosial. Namun, belum cukup bukti untuk menerapkan ide yang demikian untuk saat ini, dan sejumlah masalah yang lebih luas memang tidak spesifik pada skizofrenia.
Tata Laksana
Penanganan skizofrenia
Tata laksana utama skizofrenia adalah obat antipsikotik, seringkali disertai dengan dukungan psikologis dan sosial.Perawatan di rumah sakit mungkin dilakukan untuk beberapa episode baik secara sukarela atau (apabila diperkenankan oleh perundang-undangan kesehatan mental) di luar kehendak. Perawatan jangka panjang di rumah sakit jarang terjadi sejak perawatan di luar institusi dimulai pada tahun 1950an, meskipun masih terjadi. Layanan dukungan komunitas termasuk tempat penitipan harian, kunjungan oleh anggota tim kesehatan mental masyarakat, dukungan pekerjaan[76]dan kelompok pendukung banyak ditemukan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa olahraga teratur memiliki efek positif pada kesehatan fisik dan mental orang dengan skizofrenia.
Pengobatan
Risperidon (nama dagang Risperdal) adalah obat antipsikotik atipik/tidak khas yang sering digunakan.
Pengobatan psikiatri lini pertama untuk skizofrenia adalah obat antipsikotik,yang dapat mengurangi gejala positif psikosis dalam waktu sekitar 7-14 hari. Namun, obat antipsikotik gagal untuk menghilangkan gejala negatif dan gangguan kognitif secara bermakna.Penggunaan jangka panjang menurunkan risiko relaps.
Pilihan obat antipsikotik yang digunakan didasarkan pada manfaat, risiko, dan biaya. Masih diperdebatkan mana yang lebih baik antara golongan obat tipik atau antipsikotik atipik/tidak khas.[81] Keduanya memiliki angka putus obat dan kekambuhan gejala apabila obat tipik digunakan pada dosis rendah hingga sedang.Respon yang baik ditemukan pada 40–50%, respon sebagian pada 30–40%, dan resistensi terhadap pengobatan (gagal menunjukkan respon gejala yang memuaskan setelah enam minggu pengobatan menggunakan dua atau tiga obat antipsikotik yang berbeda) pada 20% orang.[22] Klozapin adalah pengobatan yang efektif bagi mereka yang tidak menunjukkan respon pengobatan yang baik terhadap obat lain, namun memiliki potensi efek samping berat yaitu agranulositosis (jumlah sel darah putih menurun) pada 1–4%.
Berdasarkan pertimbangan efek samping, obat antipsikotik tipik memiliki efek samping ekstrapiramidal yang lebih tinggi, sedangkan obat atipik menyebabkan kenaikan berat badan yang bermakna, diabetes, dan risiko sindrom metabolik.Obat atipik memiliki efek samping ekstrapiramidal yang lebih sedikit, namun perbedaannya tidak besar. Beberapa obat atipik seperti quetiapine dan risperidon terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan obat antipsikotik tipik perfenazin, sedangkan klozapin terkait dengan risiko kematian yang lebih rendah.[85] Belum jelas apakah obat antipsikotik yang lebih baru menurunkan kemungkinan terjadinya sindrom keganasan neuroleptik, suatu gangguan neurologis yang jarang namun berat.
Untuk orang-orang yang tidak bersedia atau tidak mungkin meminum obat secara teratur, dapat digunakan bentuk sediaan obat antipsikotik kerja panjang depot untuk mengendalikan penyakit.Obat-obat ini menurunkan risiko peningkatan ke derajat yang lebih berat dibandingkan dengan obat minum.[80] Saat digunakan bersama dengan intervensi psikososial, obat ini dapat meningkatkan kepatuhan jangka panjang terhadap pengobatan.
Psikososial
Sejumlah intervensi psikososial dapat bermanfaat untuk skizofrenia, di antaranya: terapi keluarga, [88] pengobatan komunitas asertif, dukungan pekerjaan, remediasi kognitif, [89] pelatihan keterampilan, terapi perilaku kognitif (CBT), intervensi modifikasi perilaku, dan intervensi psikososial untuk penggunaan zat dan pengaturan berat badan.[90] Terapi keluarga atau edukasi, yang menangani seluruh sistem keluarga dari seorang individu, dapat mengurangi kekambuhan dan perawatan di rumah sakit.[88] Belum terdapat banyak bukti mengenai efektivitas CBT baik dalam mengurangi gejala maupun mencegah kekambuhan.Terapi seni atau drama belum banyak diteliti dengan baik.
Prognosis/Kemungkinan ke Depan
Prognosis skizofrenia
Skizofrenia memiliki dampak individu dan ekonomi yang sangat besar.Penyakit ini menyebabkan penurunan harapan hidup sebesar 12–15 tahun, terutama karena kaitannya dengan obesitas, gaya hidup kurang gerak (sedentary), dan merokok, dengan peningkatan angka bunuh diri memegang peranan yang semakin kecil.Perbedaan harapan hidup ini meningkat antara tahun 1970an hingga 1990an,dan antara tahun 1990an hingga dekade pertama abad ke-21 tidak berubah secara bermakna dalam sistem kesehatan dengan terbukanya akses ke pelayanan kesehatan (Finlandia).
Skizofrenia adalah penyebab disabilitas yang sering, dengan psikosis aktif menempati ranking ketiga sebagai kondisi paling menyebabkan disabilitas setelah kuadriplegia/lumpuh keempat lengan dan tungkai dan demensia, di atas paraplegia/lumpuh kedua tungkai dan kebutaan. Sekitar tiga perempat orang dengan skizofrenia mengalami disabilitas terus-menerus dengan relaps (kambuh).Sebagian orang pulih sepenuhnya dan yang lain dapat berfungsi dengan baik dalam masyarakat. Sebagian besar orang dengan skizofrenia hidup mandiri dengan dukungan masyarakat. Pada orang dengan episode psikosis pertama, hasil jangka panjang yang baik ditemukan pada 42%, hasil sedang pada 35%, dan hasil buruk pada 27%.Hasil pemulihan untuk skizofrenia tampaknya lebih baik di berkembang dibandingkan di negara maju.Namun, kesimpulan ini dipertanyakan.
Tingkat bunuh diri terkait skizofrenia lebih tinggi dari rata-rata. Disebutkan bahwa angka ini sebesar 10%, namun analisis terbaru dari berbagai penelitian dan statistik merevisi perkiraan tersebut menjadi 4, 9%, tersering terjadi selama periode setelah onset atau perawatan pertama di rumah sakit.Beberapa kali lipat (20 hingga 40%) mencoba bunuh diri sedikitnya satu kali.Terdapat berbagai faktor risiko, di antaranya jenis kelamin laki-laki, depresi, dan IQ (intelligence quotient)/tingkat kecerdasan yang tinggi.
Hubungan yang kuat antara Skizofrenia dan merokok telah ditunjukkan dalam penelitian di seluruh dunia.Penggunaan rokok sangat tinggi di kalangan individu yang didiagnosis menderita skizofrenia, diperkirakan sekitar 80% hingga 90% penderita adalah perokok rutin, dibandingan dengan 20% populasi umum.Mereka yang merokok cenderung merupakan perokok berat, dan ditambah lagi mereka mengkonsumsi rokok dengan kandungan nikotin tinggi.Beberapa bukti menunjukkan bahwa skizofrenia paranoid mungkin memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan jenis skizofrenia lain untuk bisa hidup mandiri dan menjalankan fungsi kerja.
Minggu, 23 Februari 2014
Susunan saraf
Sistem saraf adalah sistem biologi hewan bertanggung jawab atas koordinasi tindakan dengan lingkungan eksternal dan komunikasi yang cepat antara bagian tubuh yang berbeda. Para makhluk hidup dengan sistem saraf ditunjuk eumétazoaires .
Dalam vertebrata , salah satu yang membedakan sistem saraf pusat ( otak dan sumsum tulang belakang ) dari sistem saraf perifer ( saraf dan ganglia ). Pada tingkat sel, sistem saraf didefinisikan oleh kehadiran sel-sel yang disebut sangat khusus neuron , yang memiliki kapasitas, sangat istimewa untuk menyampaikan sinyal elektrokimia. Selain itu, sistem saraf mengandung sel-sel pendukung yang disebut sel-sel glial , yang memberikan dukungan struktural, metabolik dan fungsional untuk neuron.
Sistem saraf menangani informasi sensorik , mengkoordinasikan gerakan otot dan mengatur fungsi lain organ . Pada hewan dengan otak limbik , itu juga mengatur emosi dan orang-orang dengan otak kognitif , itu adalah kursi intelek .
Sistem saraf dapat gagal dalam banyak kondisi: kelainan genetik, trauma fisik, keracunan, infeksi atau hanya efek penuaan. Sebuah perubahan dari sistem saraf sering menyebabkan gejala parah karena pentingnya sistem ini dalam fungsi tubuh. The Neurologi adalah cabang kedokteran yang berusaha untuk mengobati gangguan sistem saraf dan neuroscience adalah cabang ilmu interdisipliner berpusat pada penelitian.
Anatomi Perbandingan
Sistem saraf hadir di sebagian besar hewan multiseluler, tapi sangat bervariasi dalam hal kompleksitas . Satu-satunya hewan multisel tidak hadir sistem saraf adalah spons , para placozoaires dan mesozoaires yang memiliki organisasi tubuh yang sederhana. The radial jaringan saraf memiliki difus primitif. Dengan pengecualian dari beberapa untuk primitif, hewan lain memiliki sistem saraf pusat di kepala diperpanjang oleh tali saraf di pusat tubuh, saraf menjalar ke seluruh tubuh. Ukuran sistem saraf bervariasi dari beberapa ratus neuron di primitif dari seratus miliar manusia ver.
Organisasi makroskopik
Diagram sistem saraf manusia.
Sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer.
Sistem saraf pusat
The sistem saraf pusat atau sistem saraf pusat adalah bagian dari sistem saraf terdiri dari bagian dari otak , yang melibatkan otak , yang batang otak dan otak kecil , dan kedua dari sumsum tulang belakang . Ia memiliki peran penerimaan, pengolahan, integrasi dan transmisi pesan saraf. Hal ini terdiri dari:
otak, tubuh mengawasi sistem saraf pusat, termasuk pusat pikiran sadar otak, di persimpangan antara otak, otak kecil dan sumsum tulang belakang, yang dibentuk dari atas ke bawah batang otak tengah , yang pons (atau proyeksi annular), dan medula (atau memanjang tulang);cerebellum, bagian kuno dari otak, terhubung secara paralel dengan permukaan dorsal batang otak, berfungsi sebagai mempertahankan postur, keseimbangan, koordinasi antara gerakan, gerakan memori;sumsum tulang belakang, peran transmisi pesan saraf antara otak dan seluruh tubuh dan memastikan fungsi integrasi yang tepat dan mengirimkan sinyal saraf, termasuk refleks .
Seluruh sistem saraf pusat dilindungi oleh shell tulang, terdiri dari kotak kranial ke otak dan tulang belakang ke sumsum tulang belakang. Amplop kain pelindung lainnya terletak antara tulang dan sistem saraf pusat, itu adalah otak . The cairan serebrospinal adalah cairan biologis yang menggenangi sistem saraf pusat. Volume adalah sekitar 150 mL pada pria dewasa. Ini memperbaharui dirinya sendiri dengan cepat dan fungsi perlindungan mekanis, anti-infeksi, gizi.
Sistem saraf perifer
The sistem saraf perifer terdiri dari saraf sensorik dan motorik, yang terutama berasal dari sumsum tulang belakang dan batang otak, dan berakhir pada satu atau lebih organ (kulit, otot, organ, ...).
Organisasi mikroskopis
Sistem saraf terdiri dari dua jenis sel: neuron dan sel glial . Neuron adalah bagian aktif dari sistem saraf (transmisi dan pemrosesan sinyal), sedangkan sel glial menyediakan fungsi pendukung (perlindungan, metabolisme, daur ulang). Di luar microgliocytes, sel-sel ini dihasilkan dari nenek moyang yang sama, yang sel induk saraf .
Neuron
Skema Neuron
Neuron adalah sel utama dari sistem saraf. Sel bersemangat mampu mentransmisikan sinyal dari titik alam elektrokimia yang lain dari tubuh. Sinyal ini dibentuk oleh penyebaran depolarisasi dari membran plasma digabungkan dengan pelepasan molekul kimia pada titik-titik sambungan dengan sel lain. Mekanisme neurotransmisi adalah umum untuk semua neuron, namun informasi kendaraan yang tergantung pada sinyal dari neuron. Dengan demikian, neuron saraf optik menyampaikan informasi yang berkaitan dengan visi sementara mereka untuk menyampaikan informasi sentuhan kulit. Salah satu fungsi penting dari neuron adalah untuk mengobati beberapa jaringan dalam bentuk-bentuk yang berbeda dari informasi untuk memungkinkan untuk tampil sebagai kompleks dan beragam seperti memori, keterampilan motorik atau homeostasis dari tubuh bekerja. Keragaman besar neuron ini dalam sistem saraf mencerminkan keragaman tugas yang dilakukan oleh sel-sel ini.
Neuron datang dalam kontak dengan sel-sel atau organ diinervasi dengan neuron lain karena adanya dua jenis ekstensi: the dendrit dan akson .
Dendrit
The dendrit merupakan perpanjangan terletak di sel tubuh. Hal ini sering bahkan lebih untuk neuron, yang berupa arborisations tipis dan pendek berakhir menjadi banyak konsekuensi. Jumlah dan bentuk dendrit tergantung pada jenis neuron dan sebagian mengidentifikasi itu.
Dendrit sedang melakukan impuls saraf, tetapi mereka tidak dapat menyebabkan masuknya ini terutama dalam satu arah, dari ujung arborizations dari dendrit ke sel tubuh (arah disebut "cellulipète"). Arah konduksi impuls berbeda dendrit akson.
Untuk pengobatan dari sinyal yang ditransmisikan oleh neuron, dendrit adalah input (masukan informasi) dari neuron, akson kemudian keluaran (output informasi).
Axon
The akson dalam bentuk batang memanjang, permukaan halus, template yang invarian. Hanya ada satu akson melalui sel saraf, maka mungkin ada beberapa dendrit. Akson mungkin sangat pendek, tapi panjangnya mungkin cukup: misalnya saraf perifer, motor neuron terletak pada tingkat sumsum tulang belakang dan penghentian akson terletak pada sambungan neuromuskuler otot itu innervates, mewakili waktu yang lama drive beberapa decimeters. Akson berakhir sebagai dendrit oleh arborizations bercabang dapat menghubungi beberapa sel sekaligus.
Impuls saraf akson yang mengarah pada satu arah, biasanya tubuh sel saraf ke akson terminal arborizations (arah disebut "cellulifuge") tetapi berpotensi dapat menyebabkan di kedua arah. Ini adalah apa yang terjadi pada neuron sensorik dari kulit, yang tidak memiliki dendrit tapi akson dengan dua cabang: satu menunjuk ke pinggiran dan reseptor sensorik dan sistem saraf pusat. Potensial aksi, disebar penerima di sepanjang cabang pertama dari akson dalam arah cellulipète dan kemudian masuk ke dalam cabang kedua, kali ini ke arah cellulifuge sistem saraf pusat. Dalam hal ini, neuron tidak memiliki dendrit dan akson, akson tapi bercabang menjadi dua cabang. Bagian terminal dari akson dapat melepaskan neurotransmitter yang disebut dalam melewati untuk membuat tindakan yang sangat cepat berikut stimulasi sensorik tanpa menunggu respon dari lebih lama untuk bereaksi sinapsis sistem saraf pusat. Ini adalah kehadiran ini sinapsis yang mengidentifikasi sebagai perpanjangan daripada akson dendrit.
Synapse
The sinaps adalah tempat di mana neuron mengirimkan sinyal ke sel lain dengan pelepasan neurotransmitter . Sinyal ini dari neuron dapat rangsang, penghambatan atau lebih halus memodulasi aktivitas sel penerima.
Sel glial
Artikel utama: sel glial .
Sistem saraf memiliki sel-sel yang disebut glia dukungan. Sel-sel ini pernah dianggap memegang sel (lem otak), tetapi penemuan terbaru dalam ilmu saraf menunjukkan bahwa mereka menyediakan berbagai fungsi yang diperlukan untuk berfungsinya sistem saraf.
Fungsi terbaik dipelajari adalah pembentukan selubung mielin di sekitar akson. Isolasi ini memungkinkan konduksi lebih cepat dan efisien daripada sinyal listrik akson non-mielin. Dua jenis sel melakukan fungsi ini: oligodendrocytes dan sel Schwann .
Para astrosit adalah sel yang menyediakan homeostasis dan perlindungan lingkungan neuron. Mereka terlibat khususnya penghalang darah-otak yang mengisolasi sisa otak vertebrata tubuh. Mereka juga dapat berpartisipasi dalam pembentukan dan fungsi sinapsis antara neuron.
Para sel mikroglial adalah sel-sel kekebalan dari sistem saraf.
Organisasi fungsional
Kita dapat membagi sistem saraf dalam fungsi somatik dan otonom, seperti melakukan kegiatan melibatkan kesadaran atau tidak. Divisi ini membantu untuk memahami fungsi keseluruhan sistem saraf interaksi dengan seluruh tubuh.
The sistem saraf somatik terdiri dari neuron yang terlibat dalam gerakan sukarela dan sensasi sadar.
The Sistem saraf otonom terdiri dari neuron yang mengatur fungsi kontrol otomatis (sebagai lawan dari "sadar" fungsi). Hal ini dibagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik . The medula adrenal , yang secara langsung dikontrol oleh sistem saraf otonom, kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari sistem saraf simpatik, meskipun peran mereka adalah sekresi hormon dari katekolamin .
Sistem saraf khusus
Sistem saraf
Daerah kulit
Kulit, organ terbesar dari tubuh manusia, dipersarafi oleh sistem saraf sentripetal atau terkait. Setiap dari 240 cabang kulit mendeteksi rangsangan sentuhan. Mereka terorganisir di wilayah distribusi kulit. Umum untuk semua bidang mata pelajaran diklasifikasikan sebagai otonom. Lainnya yang lebih besar dan karena itu tumpang tindih, yang disebut wilayah maksimum distribusi kulit .
Jalur Interoceptive
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Sistem saraf otonom atau sistem saraf otonom, mengarahkan dan mengkoordinasi fungsi tubuh secara otomatis dan tanpa sadar. Sistem saraf otonom terdiri dari dua bagian yang disebut orto dan sistem parasimpatis. Mereka adalah tanggapan antagonis dengan organ target pada umumnya. Saraf ortho-dan parasimpatis membawa sensasi neuron aferen visceral dan mengontrol fungsi viscero-motor dan sekresi oleh neuron eferen. Fisiologi sistem saraf otonom adalah untuk menyediakan tepat untuk fungsi penting lingkungan: pernapasan, tekanan darah, termoregulasi, pencernaan, ekskresi dan ketahanan terhadap stres. Secara umum, dua sistem menentang tindakan mereka, sehingga jantung terus dimoderatori oleh sistem parasimpatis dan dipercepat oleh sistem orthosympatique.
Traktus piramidalis
The piramida saluran (atau kortikospinalis) mengontrol motor yang "sukarela" vertebrata dan memainkan peran penting dalam gerakan-gerakan halus (visual dipandu, untuk gerakan misalnya: Barang diambil). Lesi spesifik serabut saraf ini (pada sumsum tulang belakang ) defisit motor induksi beberapa sebagai:
hilangnya visuomotor koordinasi (seperti menghindari rintangan);
penurunan akurasi penempatan anggota di lapangan (misalnya, berjalan pada skala).
Sebaliknya, traktus piramidalis tidak penting untuk realisasi program motor otomatis seperti penggerak .
Dari perspektif anatomi , saluran piramidal terdiri dari akson eferen yang korteks motor . Serat ini melewati kapsula interna (di mana mereka membentuk tonjolan kecil bagian segitiga, maka istilah piramida ) dan akses ke sumsum tulang belakang dan proyek motoneurons (jalur akhir yang umum) yang mengaktifkan otot-otot .
Fungsi
Aksi bersama dari sistem saraf dan sistem hormonal
Perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormonal kadang-kadang kabur, terutama karena neurohormonnya : ini adalah molekul yang diproduksi oleh neuron di bawah kendali impuls saraf tetapi dibuang ke dalam darah. Banyak neurohormonnya diproduksi di hipotalamus dan dilepaskan ke dalam darah dalam neurohypophysis (Contoh: oksitosin , vasopressin ...).
Area motorik dan sensorik dan plastisitas otak
Bagian dari sistem saraf yang didedikasikan untuk aksi otot membentuk kerangka dan sistem otot , yang sistem muskuloskeletal .
Evolution
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Pengembangan dan regenerasi
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Patologi
Meskipun sistem saraf bukan merupakan salah satu daftar organ-organ tubuh manusia, beberapa penyakit sering dapat ditangani, seperti MS , kondisi yang cukup umum setelah manusia karantina. Beberapa penyakit, lebih jarang, seperti amyotrophic lateral sclerosis , yang mielitis transversa atau bahkan Guillain-Barré juga dapat merusak, menyebabkan konsekuensi yang lebih serius, termasuk kelumpuhan menjangkau seluruh otot tubuh. Sayangnya, tidak ada perawatan yang tersedia untuk jenis penyakit.
Catatan dan referensi
↑ G.Chapouthier , JJMatras, Pengantar fungsi sistem saraf (coding dan pengolahan informasi), Edisi Medsi, Paris, 1982
↑ (en) Nervous System, Columbia University Press
↑ Spicher, CJ, Desfoux, N. & Sprumont, P. Atlas daerah kulit tubuh, esthesiology 240 cabang. Montpellier, Paris: Sauramps Medis 2010 (. ISBN 978-2-84023-669-6 ) [1]
Lihat juga
Pada proyek-proyek Wikimedia lain
Sistem saraf , Wikimedia Commons
Sistem saraf pada Wikibooks
Artikel Terkait
Sel glial
Otak
Klasifikasi tematik Neuroscience
Saraf tulang belakang
Neuron
Neurology
Neurotransmitter
Plastisitas sinaptik
Refleks peregangan
Fleksi refleks
Synapse
Sistem saraf pusat
Sistem saraf otonom
Jaringan saraf
Pranala luar
Diagram rinci dari sistem saraf
Sel saraf CEGEP de Sainte-Foy, Quebec (presentasi 67 slide, 3.2 MB) [PDF]
Anatomi fungsional dari sistem saraf, CEGEP de Sainte-Foy, Quebec (presentasi 68 slide, 3,8 MB) [PDF]
Model Piaget dari sistem saraf manusia
Sistema nervioso buatan
v · d · m
Susunan saraf
Sistem saraf pusat Brain : otak ( otak depan ) · Diencephalon ( thalamus · hipotalamus · epithalamus ) · Batang otak ( otak tengah · jembatan · medulla ) · Cerebellum
Saraf tulang belakang
Sistem saraf perifer Roots · saraf ( kranial · spinal · sensitif · engine ) · Nodes · Plexus
Hirarki fungsional: sistem saraf somatik · otonom Sistem saraf ( simpatis · parasimpatis · enterik )
Otak Tritunggal Otak primitif (otak reptil) · otak limbik (otak paleo-mamalia) · Otak neocortex (otak neo-mamalia)
· Daftar daerah dari otak manusia · Cortex · zat putih · Gray materi · ilmu saraf
Daftar perangkat anatomi dan sistem manusia
v · d · m
Ilmu saraf
- The neuroscience yang mempelajari sistem sensorik dan sistem saraf merupakan salah satu cabang kedokteran -
Otak Permukaan Gyri.SVG
Tingkat analisis Molekul · Synaptic · neuronal · Neural Network · Organic · Sistemik
Metode Pencitraan otak · Elektrofisiologi · Cedera Otak · Artificial Intelligence ·
Neuroanatomy · Neurofisiologi · Neuroendocrinology · psikofisiologi · Cognitive Neuroscience · neuroscience Sosial · Neuropsikologi · Psikiatri
Konsep utama Neuron · Synapse · Neurotransmitter · Prewiring · Reflex · Reward ·
Potensial aksi · Kognisi · Modularity pikiran · neuronal Plastisitas · plastisitas Synaptic
Peneliti P. Broca · J.-P. Changeux · DH Hubel · E. Kandel · D. Le Bihan · J. LeDoux · J. Olds · S. Ramón y Cajal · CS Sherrington · T. Wiesel
Bidang aplikasi Neurologie · Neurochirurgie · Neuropsychologie · Psychopathologie · Neuropharmacologie · Chronobiologie · Psychiatrie
Daftar perangkat anatomi dan sistem manusia
v · d · m
Perangkat dan sistem organ
Sistem pendengaran · Kardiovaskular · Pencernaan · Endokrin · Sistem kekebalan · Musculoskeletal · Sistem limfatik · Sistem otot Nervous System · aparat phonatory · Sistem Reproduksi · pernapasan · sistem somatosensori · skeletal · sistem yg menutupi · sistem vestibular · Video Sistem · Kemih
Anatomi · Fisiologi
Neuroscience Portal Neuroscience Portal
Biologi Portal Biologi Portal
Portal obat Portal obat
Neuron adalah sel utama dari sistem saraf. Sel bersemangat mampu mentransmisikan sinyal dari titik alam elektrokimia yang lain dari tubuh. Sinyal ini dibentuk oleh penyebaran depolarisasi dari membran plasma digabungkan dengan pelepasan molekul kimia pada titik-titik sambungan dengan sel lain. Mekanisme neurotransmisi adalah umum untuk semua neuron, namun informasi kendaraan yang tergantung pada sinyal dari neuron. Dengan demikian, neuron saraf optik menyampaikan informasi yang berkaitan dengan visi sementara mereka untuk menyampaikan informasi sentuhan kulit. Salah satu fungsi penting dari neuron adalah untuk mengobati beberapa jaringan dalam bentuk-bentuk yang berbeda dari informasi untuk memungkinkan untuk tampil sebagai kompleks dan beragam seperti memori, keterampilan motorik atau homeostasis dari tubuh bekerja. Keragaman besar neuron ini dalam sistem saraf mencerminkan keragaman tugas yang dilakukan oleh sel-sel ini.
Neuron datang dalam kontak dengan sel-sel atau organ diinervasi dengan neuron lain karena adanya dua jenis ekstensi: the dendrit dan akson .
Dendrit
The dendrit merupakan perpanjangan terletak di sel tubuh. Hal ini sering bahkan lebih untuk neuron, yang berupa arborisations tipis dan pendek berakhir menjadi banyak konsekuensi. Jumlah dan bentuk dendrit tergantung pada jenis neuron dan sebagian mengidentifikasi itu.
Dendrit sedang melakukan impuls saraf, tetapi mereka tidak dapat menyebabkan masuknya ini terutama dalam satu arah, dari ujung arborizations dari dendrit ke sel tubuh (arah disebut "cellulipète"). Arah konduksi impuls berbeda dendrit akson.
Untuk pengobatan dari sinyal yang ditransmisikan oleh neuron, dendrit adalah input (masukan informasi) dari neuron, akson kemudian keluaran (output informasi).
Axon
The akson dalam bentuk batang memanjang, permukaan halus, template yang invarian. Hanya ada satu akson melalui sel saraf, maka mungkin ada beberapa dendrit. Akson mungkin sangat pendek, tapi panjangnya mungkin cukup: misalnya saraf perifer, motor neuron terletak pada tingkat sumsum tulang belakang dan penghentian akson terletak pada sambungan neuromuskuler otot itu innervates, mewakili waktu yang lama drive beberapa decimeters. Akson berakhir sebagai dendrit oleh arborizations bercabang dapat menghubungi beberapa sel sekaligus.
Impuls saraf akson yang mengarah pada satu arah, biasanya tubuh sel saraf ke akson terminal arborizations (arah disebut "cellulifuge") tetapi berpotensi dapat menyebabkan di kedua arah. Ini adalah apa yang terjadi pada neuron sensorik dari kulit, yang tidak memiliki dendrit tapi akson dengan dua cabang: satu menunjuk ke pinggiran dan reseptor sensorik dan sistem saraf pusat. Potensial aksi, disebar penerima di sepanjang cabang pertama dari akson dalam arah cellulipète dan kemudian masuk ke dalam cabang kedua, kali ini ke arah cellulifuge sistem saraf pusat. Dalam hal ini, neuron tidak memiliki dendrit dan akson, akson tapi bercabang menjadi dua cabang. Bagian terminal dari akson dapat melepaskan neurotransmitter yang disebut dalam melewati untuk membuat tindakan yang sangat cepat berikut stimulasi sensorik tanpa menunggu respon dari lebih lama untuk bereaksi sinapsis sistem saraf pusat. Ini adalah kehadiran ini sinapsis yang mengidentifikasi sebagai perpanjangan daripada akson dendrit.
Synapse
The sinaps adalah tempat di mana neuron mengirimkan sinyal ke sel lain dengan pelepasan neurotransmitter . Sinyal ini dari neuron dapat rangsang, penghambatan atau lebih halus memodulasi aktivitas sel penerima.
Sel glial
Artikel utama: sel glial .
Sistem saraf memiliki sel-sel yang disebut glia dukungan. Sel-sel ini pernah dianggap memegang sel (lem otak), tetapi penemuan terbaru dalam ilmu saraf menunjukkan bahwa mereka menyediakan berbagai fungsi yang diperlukan untuk berfungsinya sistem saraf.
Fungsi terbaik dipelajari adalah pembentukan selubung mielin di sekitar akson. Isolasi ini memungkinkan konduksi lebih cepat dan efisien daripada sinyal listrik akson non-mielin. Dua jenis sel melakukan fungsi ini: oligodendrocytes dan sel Schwann .
Para astrosit adalah sel yang menyediakan homeostasis dan perlindungan lingkungan neuron. Mereka terlibat khususnya penghalang darah-otak yang mengisolasi sisa otak vertebrata tubuh. Mereka juga dapat berpartisipasi dalam pembentukan dan fungsi sinapsis antara neuron.
Para sel mikroglial adalah sel-sel kekebalan dari sistem saraf.
Organisasi fungsional
Kita dapat membagi sistem saraf dalam fungsi somatik dan otonom, seperti melakukan kegiatan melibatkan kesadaran atau tidak. Divisi ini membantu untuk memahami fungsi keseluruhan sistem saraf interaksi dengan seluruh tubuh.
The sistem saraf somatik terdiri dari neuron yang terlibat dalam gerakan sukarela dan sensasi sadar.
The Sistem saraf otonom terdiri dari neuron yang mengatur fungsi kontrol otomatis (sebagai lawan dari "sadar" fungsi). Hal ini dibagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik . The medula adrenal , yang secara langsung dikontrol oleh sistem saraf otonom, kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari sistem saraf simpatik, meskipun peran mereka adalah sekresi hormon dari katekolamin .
Sistem saraf khusus
Sistem saraf
Daerah kulit
Kulit, organ terbesar dari tubuh manusia, dipersarafi oleh sistem saraf sentripetal atau terkait. Setiap dari 240 cabang kulit mendeteksi rangsangan sentuhan. Mereka terorganisir di wilayah distribusi kulit. Umum untuk semua bidang mata pelajaran diklasifikasikan sebagai otonom. Lainnya yang lebih besar dan karena itu tumpang tindih, yang disebut wilayah maksimum distribusi kulit .
Jalur Interoceptive
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Sistem saraf otonom atau sistem saraf otonom, mengarahkan dan mengkoordinasi fungsi tubuh secara otomatis dan tanpa sadar. Sistem saraf otonom terdiri dari dua bagian yang disebut orto dan sistem parasimpatis. Mereka adalah tanggapan antagonis dengan organ target pada umumnya. Saraf ortho-dan parasimpatis membawa sensasi neuron aferen visceral dan mengontrol fungsi viscero-motor dan sekresi oleh neuron eferen. Fisiologi sistem saraf otonom adalah untuk menyediakan tepat untuk fungsi penting lingkungan: pernapasan, tekanan darah, termoregulasi, pencernaan, ekskresi dan ketahanan terhadap stres. Secara umum, dua sistem menentang tindakan mereka, sehingga jantung terus dimoderatori oleh sistem parasimpatis dan dipercepat oleh sistem orthosympatique.
Traktus piramidalis
The piramida saluran (atau kortikospinalis) mengontrol motor yang "sukarela" vertebrata dan memainkan peran penting dalam gerakan-gerakan halus (visual dipandu, untuk gerakan misalnya: Barang diambil). Lesi spesifik serabut saraf ini (pada sumsum tulang belakang ) defisit motor induksi beberapa sebagai:
hilangnya visuomotor koordinasi (seperti menghindari rintangan);
penurunan akurasi penempatan anggota di lapangan (misalnya, berjalan pada skala).
Sebaliknya, traktus piramidalis tidak penting untuk realisasi program motor otomatis seperti penggerak .
Dari perspektif anatomi , saluran piramidal terdiri dari akson eferen yang korteks motor . Serat ini melewati kapsula interna (di mana mereka membentuk tonjolan kecil bagian segitiga, maka istilah piramida ) dan akses ke sumsum tulang belakang dan proyek motoneurons (jalur akhir yang umum) yang mengaktifkan otot-otot .
Fungsi
Aksi bersama dari sistem saraf dan sistem hormonal
Perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormonal kadang-kadang kabur, terutama karena neurohormonnya : ini adalah molekul yang diproduksi oleh neuron di bawah kendali impuls saraf tetapi dibuang ke dalam darah. Banyak neurohormonnya diproduksi di hipotalamus dan dilepaskan ke dalam darah dalam neurohypophysis (Contoh: oksitosin , vasopressin ...).
Area motorik dan sensorik dan plastisitas otak
Bagian dari sistem saraf yang didedikasikan untuk aksi otot membentuk kerangka dan sistem otot , yang sistem muskuloskeletal .
Evolution
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Pengembangan dan regenerasi
Bagian ini kosong, tidak cukup rinci atau tidak lengkap. bantuan Anda adalah welcome!
Patologi
Meskipun sistem saraf bukan merupakan salah satu daftar organ-organ tubuh manusia, beberapa penyakit sering dapat ditangani, seperti MS , kondisi yang cukup umum setelah manusia karantina. Beberapa penyakit, lebih jarang, seperti amyotrophic lateral sclerosis , yang mielitis transversa atau bahkan Guillain-Barré juga dapat merusak, menyebabkan konsekuensi yang lebih serius, termasuk kelumpuhan menjangkau seluruh otot tubuh. Sayangnya, tidak ada perawatan yang tersedia untuk jenis penyakit.
Catatan dan referensi
↑ G.Chapouthier , JJMatras, Pengantar fungsi sistem saraf (coding dan pengolahan informasi), Edisi Medsi, Paris, 1982
↑ (en) Nervous System, Columbia University Press
↑ Spicher, CJ, Desfoux, N. & Sprumont, P. Atlas daerah kulit tubuh, esthesiology 240 cabang. Montpellier, Paris: Sauramps Medis 2010 (. ISBN 978-2-84023-669-6 ) [1]
Lihat juga
Pada proyek-proyek Wikimedia lain
Sistem saraf , Wikimedia Commons
Sistem saraf pada Wikibooks
Artikel Terkait
Sel glial
Otak
Klasifikasi tematik Neuroscience
Saraf tulang belakang
Neuron
Neurology
Neurotransmitter
Plastisitas sinaptik
Refleks peregangan
Fleksi refleks
Synapse
Sistem saraf pusat
Sistem saraf otonom
Jaringan saraf
Pranala luar
Diagram rinci dari sistem saraf
Sel saraf CEGEP de Sainte-Foy, Quebec (presentasi 67 slide, 3.2 MB) [PDF]
Anatomi fungsional dari sistem saraf, CEGEP de Sainte-Foy, Quebec (presentasi 68 slide, 3,8 MB) [PDF]
Model Piaget dari sistem saraf manusia
Sistema nervioso buatan
v · d · m
Susunan saraf
Sistem saraf pusat Brain : otak ( otak depan ) · Diencephalon ( thalamus · hipotalamus · epithalamus ) · Batang otak ( otak tengah · jembatan · medulla ) · Cerebellum
Saraf tulang belakang
Sistem saraf perifer Roots · saraf ( kranial · spinal · sensitif · engine ) · Nodes · Plexus
Hirarki fungsional: sistem saraf somatik · otonom Sistem saraf ( simpatis · parasimpatis · enterik )
Otak Tritunggal Otak primitif (otak reptil) · otak limbik (otak paleo-mamalia) · Otak neocortex (otak neo-mamalia)
· Daftar daerah dari otak manusia · Cortex · zat putih · Gray materi · ilmu saraf
Daftar perangkat anatomi dan sistem manusia
v · d · m
Ilmu saraf
- The neuroscience yang mempelajari sistem sensorik dan sistem saraf merupakan salah satu cabang kedokteran -
Otak Permukaan Gyri.SVG
Tingkat analisis Molekul · Synaptic · neuronal · Neural Network · Organic · Sistemik
Metode Pencitraan otak · Elektrofisiologi · Cedera Otak · Artificial Intelligence ·
Neuroanatomy · Neurofisiologi · Neuroendocrinology · psikofisiologi · Cognitive Neuroscience · neuroscience Sosial · Neuropsikologi · Psikiatri
Konsep utama Neuron · Synapse · Neurotransmitter · Prewiring · Reflex · Reward ·
Potensial aksi · Kognisi · Modularity pikiran · neuronal Plastisitas · plastisitas Synaptic
Peneliti P. Broca · J.-P. Changeux · DH Hubel · E. Kandel · D. Le Bihan · J. LeDoux · J. Olds · S. Ramón y Cajal · CS Sherrington · T. Wiesel
Bidang aplikasi Neurologie · Neurochirurgie · Neuropsychologie · Psychopathologie · Neuropharmacologie · Chronobiologie · Psychiatrie
Daftar perangkat anatomi dan sistem manusia
v · d · m
Perangkat dan sistem organ
Sistem pendengaran · Kardiovaskular · Pencernaan · Endokrin · Sistem kekebalan · Musculoskeletal · Sistem limfatik · Sistem otot Nervous System · aparat phonatory · Sistem Reproduksi · pernapasan · sistem somatosensori · skeletal · sistem yg menutupi · sistem vestibular · Video Sistem · Kemih
Anatomi · Fisiologi
Neuroscience Portal Neuroscience Portal
Biologi Portal Biologi Portal
Portal obat Portal obat
Sistem saraf otonom
Sistem saraf otonom (juga disebut sistem saraf otonom (neuro-) atau sistem saraf viseral) adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi otomatis, tidak tunduk pada kontrol sukarela. Secara khusus, ia mengendalikan otot-otot halus ( pencernaan , suplai darah ...), yang otot jantung , sebagian besar kelenjar eksokrin (pencernaan, berkeringat ...) dan beberapa kelenjar endokrin . Sistem saraf otonom berisi perangkat tetapi juga neuron sentral (lihat di bawah).
Menjaga keseimbangan lingkungan internal, atau homeostasis , melibatkan interaksi kompleks antara aspek-aspek fisiologis dan perilaku. Ini adalah Langley yang pada tahun 1903 memperkenalkan konsep sistem saraf otonom untuk menggambarkan komponen dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk fungsi ini, sebagai lawan dari neuron sengaja atau secara sadar mengontrol fungsi-fungsi seperti gerakan anggota badan. Langley menggambarkan sistem saraf otonom pada dasarnya motor yang mengatur kelenjar sekresi, otot jantung dan otot polos visera dan pembuluh darah. Itu tidak cocok ada aferen (sensorik) ia menganggap ringan dan murni somatik (terutama menyampaikan sensasi seperti rasa sakit).
Visi kuno ini dari sistem saraf otonom terutama motor yang masih berlanjut. Namun, kita sekarang tahu bahwa sebagian besar serat dalam saraf vagus, misalnya, sensitif dan menyampaikan sensasi visceral yang terlibat dalam homeostasis . Nomenklatur ini juga telah dipertanyakan dalam mendukung sistem saraf jangka visceral (Blessing, 1997). Sistem saraf visceral Istilah ini lebih tepat karena secara fungsional ditandai neuron yang membentuk itu.
Sistem saraf otonom mengontrol berlaku fungsi pernapasan, pencernaan dan kardiovaskular: bertindak pada motilitas dan sekresi visceral , kelenjar eksokrin dan endokrin dan vasomotion . Wilayah mesin sehingga mencakup semua otot polos . Pada tingkat sensorik, itu proses informasi dari sensitivitas visceral ( tekanan darah , usus melebar ...).
Program ini terdiri dari aferen (dibuat oleh kranial ganglia sensorik) menyampaikan informasi sensorik, seperti pengukuran tekanan darah atau kadar oksigen darah. Informasi ini berkumpul di pusat integratif, inti dari saluran soliter, yang terletak di sistem saraf pusat. Ia mengirimkan informasi jalur eferen untuk mengubah misalnya bronkiektasis atau pelepasan cairan pencernaan.
Disregulasi dari sistem saraf otonom menyebabkan distonia atau dysautonomia otonom .
The eferen bagian dari sistem saraf otonom dibagi menjadi tiga komponen: sistem saraf enterik dan dua sistem dengan fungsi antagonistik, sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik .
Struktur
The ANS terdiri dari sistem simpatis dan parasimpatis. Peran mereka berbeda: mereka biasanya memberi efek yang berlawanan pada organ target yang sama. Organisasi mereka dan neurotransmiter dirilis juga berbeda.
Organization
The eferen jalur dari ANS, yang memasok berbagai organ, terdiri dari dua neuron satu demi satu, sel tubuh yang pertama yang terletak di materi abu-abu dari sistem saraf pusat atau SSP. Ini adalah neuron preganglionik dan akson banyak CNS pergi node di mana ia datang ke dalam kontak dengan neuron kedua. Neuron ini, kata node atau postganglionik mengirimkan akson ke organ target. Namun, istilah "post" node tidak valid vis-à-vis neuron karena tergantung pada lokasi sel tubuh, dan bukan dari akson.
Lokasi neuron ini adalah variabel antara sistem simpatis dan parasimpatis. Neuron preganglionik parasimpatis terletak di batang otak dan tulang belakang sacral, neuron preganglionik simpatis yang terletak di sumsum tulang belakang dada dan pinggang. Neuron ganglionik parasimpatis terletak di pinggiran organ target (intramural kata simpul dalam), sedangkan neuron ganglion simpatik terletak di ganglia dorsal root mengatakan setiap sisi tulang belakang, mereka membentuk apa yang baik disebut rantai paravertebral dari ganglia simpatik.
Neurotransmitter
Pada preganglionik
Semua serabut preganglionik dari sistem parasimpatis dan sistem saraf simpatik yang kolinergik, yang mengatakan mereka akan merilis dari asetilkolin (ACh) di simpul (yang sinaps ). Reseptor di ganglia ini adalah reseptor nicotinic , mereka disebut nikotin karena nikotin adalah zat yang akan meniru tindakan Ach. Setelah dilepaskan ke node, ACh yang terdegradasi sangat cepat dan akan memiliki tindakan singkat.
The neurotransmitter yang digunakan untuk relay preganglionik, yang pada sistem parasimpatis atau simpatis adalah sama: asetilkolin. Ini bekerja pada reseptor nicotinic, yang terletak di node. Sebaliknya, neuron neurotransmitter ganglion tidak sama jika ada di sistem parasimpatis atau simpatis, dan mereka tidak akan bertindak pada reseptor yang sama.
Pada ganglion
Dalam kasus sistem parasimpatis, neuron ganglion juga melepaskan Ach tapi kali ini akan menjadi jenis lain dari penerima yang reseptor muscarinic , yang terletak di organ target. Reseptor muscarinic memiliki dua efek yang mungkin: baik sebagai efek penghambatan (inhibisi dengan PSIP), sebuah efek rangsang (fasilitasi dengan Sepp).
Pada sistem simpatis, neuron ganglion akan melepaskan noradrenalin (mereka tidak melepaskan dari adrenalin ), norepinefrin akan bertindak pada reseptor adrenergik .
Ini adalah rilis ini reseptor di ganglion (muscarinic atau adrenergik) yang bekerja pada berbagai organ sasaran (kandung kemih, paru-paru, mata ...) dengan kegiatan yang berbeda (lih. tabel ).
Efek pada organ yang berbeda
Menargetkan organ Pengaruh stimulasi simpatis Pengaruh stimulasi parasimpatis
Hati Peningkatan frekuensi dan kekuatan kontraksi Penurunan frekuensi, penurunan kekuatan kontraksi dari atrium hanya
Pembuluh darah Penyempitan Pelebaran penis dan pembuluh klitoris
Paru-paru Bronkiektasis Konstriksi bronkus, sekresi lendir
Saluran pencernaan Penurunan motilitas, kontraksi sfingter, penghambatan sekresi pencernaan Peningkatan motilitas, sfingter relaksasi, stimulasi sekresi pencernaan
Kandung kemih Relaksasi Kontraksi (evakuasi)
Mata Pelebaran pupil (midriasis), akomodasi untuk penglihatan jarak Kontraksi pupil (miosis), akomodasi untuk penglihatan dekat
Hati Glikogenolisis Tidak ada efek
Adipocytes Lipolisis Tidak ada efek
Pankreas eksokrin Penghambatan sekresi eksokrin Stimulasi sekresi eksokrin
Kelenjar keringat Kelenjar Sekresi paling Sekresi beberapa kelenjar
Kelenjar ludah sekresi volume kecil air liur, lendir kaya Sekresi saliva dalam jumlah besar, kaya akan enzim
Sumsum belakang Sekresi adrenalin dan noradrenalin Tidak ada efek
Pankreas endokrin Penghambatan sekresi insulin , stimulasi sekresi glucagon Stimulasi sekresi insulin dan glukagon
Alat kelamin Orgasme, ejakulasi Ereksi (menyusul aksi pada penis dan pembuluh darah klitoris)
Aktivitas otak Peningkatan kewaspadaan Tidak ada efek
Peran yang berbeda
Sistem simpatis terkait dengan mobilisasi energi pada saat stres, dikatakan ergotropic. Efek simpatis meliputi pupil melebar dan bronkiolus, peningkatan jantung dan laju pernapasan dan tekanan darah. Tindakan dari sistem simpatik adalah permanen tapi penting dalam situasi darurat.
Sistem saraf parasimpatis dikatakan trophotropic (istirahat dan mencerna), menghemat energi dan menjaga inti mereka tingkat co-pilot.
Homeostasis
Awalnya dikembangkan dan didefinisikan oleh Claude Bernard , homeostasis (yang Yunani ὅμοιος, homoios, "mirip", dan στάσις (ἡ), stasis, "stabilitas, aksi berdiri") adalah kemampuan yang dapat memiliki sistem apapun ( terbuka atau tertutup ) untuk menjaga nya keseimbangan beroperasi meskipun kendala yang bersifat eksternal. Menurut Walter Bradford Cannon , "homeostasis adalah keseimbangan dinamis yang membuat kita tetap hidup."
Homeostasis adalah pemeliharaan semua parameter fisiko-kimia tubuh yang harus tetap relatif konstan ( glukosa , suhu , kadar garam dalam darah , dll.). Selain itu, stabilitas lingkungan internal (neraca air, keseimbangan elektrolit, keseimbangan asam-basa) adalah kondisi kehidupan yang bebas dan mandiri: artinya kita tidak harus terlalu khawatir tentang lingkungan untuk perubahan.
Konsep homeostasis muncul di biologi pada tahun 1940, relatif terhadap keseimbangan kimia dari organisme hidup, namun telah terbukti berguna dalam definisi semua bentuk organisasi dalam sosiologi , dalam politik dan lebih umum dalam ilmu sistem . Itu digunakan secara luas oleh William Ross Ashby , salah satu bapak dari cybernetics yang memiliki demonstrasi murni eksperimental dengan membangun sebuah perangkat yang ia sebut " homeostatis ".
Perangkat ini memungkinkan demonstrasi balancing permanen dari empat komponen diwakili oleh pelat bergerak di kamar mandi asam yang pulsa elektrik bertentangan diberikan secara sukarela oleh posisi eksperimen bulu, tapi tidak bisa mencegah mereka dari semua menstabilkan di posisi tengah kesetimbangan, karena interaksi antara komponen tanpa intervensi eksternal. Demonstrasi unit ini adalah dalam film Cybernetics dari Jean-Marie Piquint . Homeostat, dibangun pada 1950 , menggunakan teknik elektromekanis. Versi elektronik dari unit ini selesai pada 1990 dan meningkat pada tahun 2002 oleh seorang peneliti Perancis .
sistem saraf otonom dan sistem endokrin , memainkan peran penting dalam mempertahankan homeostasis. Ini adalah satu-satunya yang mampu mendeteksi dan mengoreksi anomali komposisi lingkungan internal.
Untuk hewan homeothermic (sekarang disebut istimewa endotermik ), salah satu parameter utama adalah pengaturan komposisi darah dan parameter dinamis ( mekanika fluida ), untuk menghindari defisit atau ekses, termasuk:
oleh ion :
natrium Na +: natrium serum ( hiponatremia , hipernatremia );
kalsium Ca 2 +: kalsium ( hypocalcemia , hiperkalsemia );
kalium K +: kalium ( hipokalemia , hiperkalemia );
gula: glukosa ( hipoglikemia , hiperglikemia );
dengan keasaman , yang pH , dan khususnya jumlah karbon dioksida atau Capnia ( hipokapnia , hiperkapnia );
dengan osmolaritas ;
dengan sirkulasi darah ;
suhu ( hipotermia , hipertermia ): homeothermy .
Peraturan ini antara lain
dengan denyut jantung dan laju ventilasi , mengatur difusi oksigen, ion, nutrisi ... melalui tubuh;
pembukaan atau penutupan pembuluh darah ( vasodilatasi , vasokonstriksi ), yang bervariasi tekanan darah dan pengaruh kehilangan panas;
yang buang air kecil , eliminasi oleh urines kelebihan (dalam air , ion);
yang berkeringat , penghapusan oleh keringat dan kelebihan penurunan suhu oleh penguapan ;
kontraksi otot , yang menghasilkan panas (hanya 15-25% dari energi yang dihasilkan digunakan untuk memindahkan 75-85% sisanya dilepaskan sebagai panas);
yang lapar dan haus , yang tumbuh untuk makan dan minum dan dengan demikian memungkinkan masukan defisit. Integrasi parameter seperti yang dikenal sangat sensitif terhadap faktor psikologis, cenderung untuk memperluas konsep homeostasis untuk memasukkan misalnya pemeliharaan berat badan yang stabil. The patologi stabilitas ini diundang untuk mempertimbangkan gagasan "derajat" dalam homeostasis. Konsep ini oleh karena itu perhatian baik suasana hati (melalui stabilitas homeostatis neurotransmiter ) bahwa semua parameter lain yang disebutkan (stabilitas regulasi tekanan darah , yang denyut jantung , laju pernapasan, dll.).
Langganan:
Postingan (Atom)